Demam Berdarah Renggut Empat Nyawa di Subang

Jum'at, 05 Februari 2016 - 16:50 WIB
Demam Berdarah Renggut...
Demam Berdarah Renggut Empat Nyawa di Subang
A A A
SUBANG - Empat warga Kabupaten Subang meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang berlangsung selama empat bulan terakhir.

"Berdasarkan data empat bulan terakhir, dari Oktober 2015 sampai Januari 2016, intensitas serangan DBD cukup tinggi dan mencolok, sehingga mengakibatkan empat orang meninggal dunia," ungkap Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medis RSUD Subang, Dwinan Marchiawaty, Jumat (5/2/2016).

Banyaknya pasien suspect DBD yang setiap harinya mencapai rata-rata 40 orang, menyebabkan ruangan rumah sakit penuh. Sehingga, tidak sedikit pasien yang tak kebagian tempat tidur ataupun ruangan.

Bahkan saat ini, jumlah suspect yang tidak tertampung mencapai 50 pasien lebih. Untuk mengimbangi membludaknya kunjungan pasien, pihaknya terpaksa meminjam fasilitas tempat tidur darurat kepada instansi lain, di antaranya Yonif 312 Kala Hitam.

"Kami cukup kewalahan melayani membludaknya kunjungan pasien, terutama suspect DBD, terutama kekurangan fasilitas seperti tempat tidur. Kami terpaksa sampai meminjam beberapa velbet ke Yonif 312. Sejumlah pasien juga ada yang terpaksa dilayani di alas tidur sederhana," paparnya.

Pihak RSUD, sebut dia, tiap tahun mengusulkan penambahan jumlah ruangan kepada Pemprov Jabar, untuk mengoptimalkan layanan pasien. Saat ini, dari total 280 tempat tidur yang ada, pihaknya masih mengalami kekurangan.

"Kami sudah usulkan untuk melakukan perluasan ruang rawat inap, dari semula dua lantai menjadi tiga lantai, supaya daya tampungnya cukup. Kami rencanakan, perluasan ini bisa dimulai 2017 nanti," tutur Dwinan.

Kasubbag Informasi dan Humas RSUD Subang Mamat Budi Rahmat menambahkan, berdasarkan data empat bulan terakhir, jumlah penderita DBD menunjukan grafik meningkat.

Pada Oktober 2015, jumlah penderita DBD hanya 129 orang. Jumlah ini bertambah pada Nopember menjadi 177 orang, satu di antaranya meninggal dunia.

Lalu pada Desember, jumlah kasus DBD tersebut melonjak menjadi 291 pasien, dengan dua orang di antaranya meninggal dunia.

Selanjutnya pada Januari 2016, kasus DBD kembali melonjak signifikan hingga dua kali lipat menjadi 435 orang, dengan satu di antaranya meninggal dunia. "Total yang meninggal sebanyak empat orang," ucapnya.

Dia menegaskan, dalam penanganan dan pelayanan pasien, pihak rumah sakit memprioritaskan pasien kelas III.

"Dari kapasitas layanan ini, sebanyak 60-70% diutamakan untuk kelas III, baru sisanya untuk kelas II dan paviliun," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Peran Masyarakat dalam...
Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga dari Ancaman DBD
Takeda dan Alodokter...
Takeda dan Alodokter Berkolaborasi Melawan DBD di Indonesia
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Angkak dan Sari Kurma...
Angkak dan Sari Kurma Bantu Trombosit Pasien DBD Naik? Ini Faktanya!
Indonesia Negara dengan...
Indonesia Negara dengan Kasus DBD Tertinggi di Dunia
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
57 menit yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
1 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
1 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
3 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved