Mayat Bayi Ditemukan di Tempat Pembuangan Sampah Piyungan

Kamis, 04 Februari 2016 - 15:56 WIB
Mayat Bayi Ditemukan...
Mayat Bayi Ditemukan di Tempat Pembuangan Sampah Piyungan
A A A
BANTUL - Para pemulung digegerkan dengan penemuan bayi ditumpukan Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.

Kasus penemuan mayat bayi tersebut bukan kali pertama di TPST Piyungan, sebab berdasarkan catatan kepolisian penemuan orok ini sudah beberapa kali terjadi.

Kapolsek Piyungan Kompol Tri Pujo Santosa mengungkapkan, mayat bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh beberapa orang pemulung, di antaranya adalah Situmorang.

Berdasarkan informasi yang berhasil ia kumpulkan, seperti biasa beberapa orang pemulung menggaruk-garuk tumpukan sampah untuk mengumpulkan yang bisa dijual. "Nah saat itu mereka melihat ada bungkusan yang mengeluarkan darah," paparnya.

Mayat bayi yang diperkirakan berumur 6 bulan tersebut ketika pertama kali ditemukan masih terbungkus dengan kain berwarna cokelat.

Salah seorang pemulung curiga dengan bungkusan kain tersebut karena bentuknya mirip bayi dan masih ada bekas bercak darah di salah satu bagiannya. Bungkusan tersebut ditemukan tidak jauh dari alat berat yang lalu lalang di TPST ini.

Seketika itu juga para pemulung melaporkan kejadian nahas ini ke Mapolsek Piyungan. Anak buahnya meluncur untuk mengidentifikasi mayat bayi tersebut bersama dengan pihak Puskesmas Piyungan.

Dari identifikasi sementara, mayat tersebut berusia sekitar enam bulan. Bayi tersebut diperkirakan sudah meninggal sekitar 3 hari sebelum ditemukan. "Kami masih mencari pelaku pembuangan," tuturnya.

Panit Reskrim Piyungan, Ipda Langgeng Utomo mengaku jika pihaknya sedikit mengalami kesulitan mengungkap kasus pembuangan bayi tersebut.

Sebab, mayat bayi tersebut sengaja langsung dibuang di TPST Piyungan ataupun dibuang di sebuah tempat pembuangan sampah dan tumpukan sampahnya baru diangkut ke TPST Piyungan ini. "Jadi bisa saja dari Kota, Bantul atau Sleman. Itu yang membuat sulit," ujarnya.

Kejadian pembuangan mayat bayi di TPST Piyungan ini bukan yang pertama terjadi. Sebab sebelumnya juga pernah terjadi. Namun ia tidak hafal berapa kali kasus pembuangan mayat bayi di TPST Piyungan.

Menurutnya, TPST Piyungan menjadi tempat favorit membuang mayat bayi karena sulit terindentifikasi asal orok bayi.
(nag)
Berita Terkait
Bayi Baru Lahir Ditemukan...
Bayi Baru Lahir Ditemukan Warga, Diduga Hasil Hubungan Gelap
Warga Mamajang Digegerkan...
Warga Mamajang Digegerkan dengan Temuan Orok di Pekarangan Rumah
Geger, Jasad Bayi Tanpa...
Geger, Jasad Bayi Tanpa Tangan Dibawa dan Digigit Anjing
Bayi Perempuan Ini Ditemukan...
Bayi Perempuan Ini Ditemukan Dekat Tempat Penyimpanan Kayu Bakar
Ini Sosok Ibu Pembuang...
Ini Sosok Ibu Pembuang Bayi di Tempat Sampah yang Diamankan Polisi
Bayi Tewas di Aliran...
Bayi Tewas di Aliran Sungai Kawasan Industri Pulogadung Ternyata Korban Pembunuhan
Berita Terkini
Ada Konser Akbar Monas...
Ada Konser Akbar Monas 2026, Berikut Ini Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
47 menit yang lalu
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 3.500 Meter
1 jam yang lalu
Ada Konser Akbar Monas...
Ada Konser Akbar Monas 2026, Jalan Medan Merdeka Timur Macet
2 jam yang lalu
Sukseskan MBG, Aliansi...
Sukseskan MBG, Aliansi Asta Cita Merah Putih 08 Luncurkan Gerakan Minum Susu
2 jam yang lalu
389 Personel Polisi...
389 Personel Polisi Dikerahkan Amankan Konser Akbar Monas 2026
2 jam yang lalu
BNPB Bangun 238 Huntap...
BNPB Bangun 238 Huntap bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
3 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved