Waduh, Dana Keistimewaan di Bantul Turun Drastis

Jum'at, 29 Januari 2016 - 14:57 WIB
Waduh, Dana Keistimewaan...
Waduh, Dana Keistimewaan di Bantul Turun Drastis
A A A
BANTUL - Alokasi Dana Keistimewaan (Danais) yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tahun ini mengalami penurunan cukup drastis dibanding dengan tahun sebelumnya.

Dengan penurunan ini, banyak proposal berkaitan dengan kebudayaan yang kemungkinan tidak
akan dicairkan tahun ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bantul Bambang Legowo mengungkapkan saat ini memang jumlah alokasi Danais yang diterima menurun drastis.

Jika tahun 2015 lalu pihaknya menerima alokasi danais sekitar Rp 18 miliar, tahun ini alokasinya hanya Rp 4,5 miliar. "Memang menurun drastis, tetapi tidak hanya Bantul semua kabupaten kota juga demikian," tuturrnya, Jum’at (29/1/2016).

Bambang menampik jika penurunan tersebut sebagai punishment atau sanksi dari Pemerintah DIY karena Bantul tak mampu menyerap semua anggaran danais tahun 2015 yang lalu.

Penurunan tersebut menurutnya merupakan kebijakan dari Pemerintah DIY yang memang mengalihkan peruntukan danais ke kegiatan lain.

Ia mengklaim, serapan danais di Kabupaten Bantul tahun lalu cukup tinggi meskipun tidak bisa 100 % dari alokasi anggaran.

Alokasi danais sekitar Rp18 miliar tersebut dan pihaknya berhasil menyerap sekitar 94%. Jumlah tersebut tergolong tinggi disbanding dengan kabupaten kota yang lain di DIY.

Jadi penurunan alokasi tersebut bukan karena tidak bisa menyerap 100%. "Tidak semuanya terserap tetapi kita tinggi kok," paparnya.

Bambang menambahkan penurunan tersebut karena kebijakan dari Pemerintah DIY yang mengalihkan danais ke sektor selain kebudayaan.

Seperti diketahui, alokasi danais tersebut diperbolehkan untuk lima bidang, salah satunya untuk peningkatan kualitas kebudayaan. Dan untuk tahun ini, alokasi danais bagi kebudayaan memang dikurangi.

Berdasarkan informasi yang ia dapat, saat ini pemerintah DIY justru memperbesar alokasi anggaran danais untuk pembangunan fisik.

Danais akan lebih banyak untuk menyelesaikan tata ruang di wilayah DIY. Salah satu yang kini tengah digenjot dengan danais adalah penyelesaian jalur jalan lintas selatan (JJLS).

"Bantul menurun drastis, tetapi tidak terlalu rendah banget. Kita di tengah-tengah karena ada daerah kabupaten lain yang lebih rendah dari Bantul," ungkapnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Bantul, Dodi Kuswardono mengatakan, karena ada penurunan alokasi Danais tahun ini, pasti akan berpengaruh terhadap program kebudayaan.

Meskipun event-event kebudayaan yang biasa dilakukan akan tetap ada, pihaknya tetap akan mengusahakan tetap dilaksanakan. Namun anggarannya akan dipangkas tidak seperti
tahun-tahun sebelumnya.

"Tetapi kalau honor untuk pelaku seni atau seniman ada standarnya. Jadi penghasilan seniman tidak akan menurun," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkini
Pecinta Hewan Sambangi...
Pecinta Hewan Sambangi Kelurahan Pluit, Spanduk Larangan Memberi Makan Kucing Tak Bertuan Dicopot
10 menit yang lalu
Dukung Fatwa Haram MUI...
Dukung Fatwa Haram MUI Jatim, Kadin dan APVI Tegaskan Produk Vape Legal Bebas Narkoba
37 menit yang lalu
Ada Konser Akbar Monas...
Ada Konser Akbar Monas 2026, Berikut Ini Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
1 jam yang lalu
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 3.500 Meter
2 jam yang lalu
Ada Konser Akbar Monas...
Ada Konser Akbar Monas 2026, Jalan Medan Merdeka Timur Macet
3 jam yang lalu
Sukseskan MBG, Aliansi...
Sukseskan MBG, Aliansi Asta Cita Merah Putih 08 Luncurkan Gerakan Minum Susu
3 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved