Lama Tak Muncul, Wanita Emas Kritik Kinerja Ahok Pimpin Jakarta
Rabu, 27 Januari 2016 - 23:47 WIB
Lama Tak Muncul, Wanita Emas Kritik Kinerja Ahok Pimpin Jakarta
A
A
A
JAKARTA - Menjelang Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang, sejumlah tokoh mulai mengkritisi kinerja Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memimpin DKI Jakarta. Kali ini, Hasnaeni wanita yang beken disebut Wanita Emas menyampaikan kritik terhadap orang nomor satu di Pemprov DKI Jakarta tersebut.
Hasnaeni menuturkan, saat berkunjung ke permukiman padat di Penjaringan, Jakarta Utara, beberapa pekan lalu dia terkejut melihat ketimpangan sosial yang begitu kentara di Jakarta. Pasalnya, saat memberikan bantuan sembako, aksi sosial yang dilakukannya itu dibanjiri ribuan masyarakat setempat.
"Ini menunjukkan adanya ketimpangan sosial yang luar biasa. Satu lagi kegagalan Ahok dalam memimpin Jakarta ialah gagal mengatasi kemacetan,’’ katanya kepada wartawan, Rabu (27/1/2016). Menurut Hasnaeni, soal kemacetan sebenarnya tak terlalu sulit diatasi. Tinggal persoalan kemampuan leadership dan bagaimana memaksimalkan peran para pejabat di level bawah.
Prinsipnya, lanjut dia, semua program baik, akan tetapi kalau pemimpin paling atasnya emosional dan pemarah, semua masalah pastinya sulit diatasi. Salah satu cara mengatasi kemacetan di Jakarta, menurut Hasnaeni, adalah membatasi penggunaan mobil.
Hasnaeni mengatakan, sebenarnya jumlah mobil di Jakarta masih kalah dengan jumlah mobil di Singapura. Namun, warga Singapura lebih sedikit melakukan perjalanan dengan mobil, tidak seperti di Jakarta.
Selain itu, kepemilikan mobil tetap harus dibatasi. Di Singapura, katanya, kepemilikan mobil sangat sulit, harus memiliki syarat seperti harus punya garasi dan membayar pajak."Memperbanyak transportasi massal adalah keharusan dan tak perlu ditunda-tunda," ujarnya.
Hasnaeni menuturkan, saat berkunjung ke permukiman padat di Penjaringan, Jakarta Utara, beberapa pekan lalu dia terkejut melihat ketimpangan sosial yang begitu kentara di Jakarta. Pasalnya, saat memberikan bantuan sembako, aksi sosial yang dilakukannya itu dibanjiri ribuan masyarakat setempat.
"Ini menunjukkan adanya ketimpangan sosial yang luar biasa. Satu lagi kegagalan Ahok dalam memimpin Jakarta ialah gagal mengatasi kemacetan,’’ katanya kepada wartawan, Rabu (27/1/2016). Menurut Hasnaeni, soal kemacetan sebenarnya tak terlalu sulit diatasi. Tinggal persoalan kemampuan leadership dan bagaimana memaksimalkan peran para pejabat di level bawah.
Prinsipnya, lanjut dia, semua program baik, akan tetapi kalau pemimpin paling atasnya emosional dan pemarah, semua masalah pastinya sulit diatasi. Salah satu cara mengatasi kemacetan di Jakarta, menurut Hasnaeni, adalah membatasi penggunaan mobil.
Hasnaeni mengatakan, sebenarnya jumlah mobil di Jakarta masih kalah dengan jumlah mobil di Singapura. Namun, warga Singapura lebih sedikit melakukan perjalanan dengan mobil, tidak seperti di Jakarta.
Selain itu, kepemilikan mobil tetap harus dibatasi. Di Singapura, katanya, kepemilikan mobil sangat sulit, harus memiliki syarat seperti harus punya garasi dan membayar pajak."Memperbanyak transportasi massal adalah keharusan dan tak perlu ditunda-tunda," ujarnya.
(whb)