Jenazah Ahmad Muhazan Boleh Dimakamkan di Desa Kedungwungu
Selasa, 19 Januari 2016 - 17:52 WIB
Jenazah Ahmad Muhazan Boleh Dimakamkan di Desa Kedungwungu
A
A
A
INDRAMAYU - Sempat diwarnai kericuhan, akhirnya rapat pemulangan jenazah pelaku teror di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Ahmad Muhazan, berakhir. Hasilnya, peserta rapat menerima kedatangan jenazah warga Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat itu, untuk dimakamkan Kamis mendatang.
Rapat lanjutan di Balai Desa Kedungwungu pada Selasa (19/1/2016) itu tidak dihadiri tokoh ulama yang menolak keras kedatangan jenazah Ahmad Muhazan. Rapat yang dipimpin langsung Kepala Desa Kedungwungu Ahmad Fuadi itu pun berlangsung dalam damai.
Dalam rapat yang mempertemukan masyarakat terkait jenazah Ahmad Muhazan ini menghasilkan sejumlah poin di antaranya penerimaan jenazah Azan dan menolak keras tindakan radikalisme maupun teror yang mengatasnamakan agama.
Pemerintah desa pun berjanji memantau dan mengawasi masyarakatnya agar tidak terjerat paham radikalisme, seperti yang dilakukan Ahmad Muhazan.
Sementara, pihak keluarga yang mengikuti rapat mengaku bahagia jenazah Azan bisa dipulangkan dan dimakamkan di tempat kelahirannya.
Pihak keluarga yang diwakili paman Azan, Supriyadi, kembali meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya para korban bom di kawasan Sarinah atas tindakan keji anak pasangan Saroni dan Maemunah tersebut.
Sebelumnya, rapat kepulangan jenazah Ahmad Muhazan ini diwarnai keributan antara tokoh ulama dengan masyarakat. Bahkan, keributan yang berawal dari interupsi tokoh ulama itu sempat memicu bentrokan.
Rapat lanjutan di Balai Desa Kedungwungu pada Selasa (19/1/2016) itu tidak dihadiri tokoh ulama yang menolak keras kedatangan jenazah Ahmad Muhazan. Rapat yang dipimpin langsung Kepala Desa Kedungwungu Ahmad Fuadi itu pun berlangsung dalam damai.
Dalam rapat yang mempertemukan masyarakat terkait jenazah Ahmad Muhazan ini menghasilkan sejumlah poin di antaranya penerimaan jenazah Azan dan menolak keras tindakan radikalisme maupun teror yang mengatasnamakan agama.
Pemerintah desa pun berjanji memantau dan mengawasi masyarakatnya agar tidak terjerat paham radikalisme, seperti yang dilakukan Ahmad Muhazan.
Sementara, pihak keluarga yang mengikuti rapat mengaku bahagia jenazah Azan bisa dipulangkan dan dimakamkan di tempat kelahirannya.
Pihak keluarga yang diwakili paman Azan, Supriyadi, kembali meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya para korban bom di kawasan Sarinah atas tindakan keji anak pasangan Saroni dan Maemunah tersebut.
Sebelumnya, rapat kepulangan jenazah Ahmad Muhazan ini diwarnai keributan antara tokoh ulama dengan masyarakat. Bahkan, keributan yang berawal dari interupsi tokoh ulama itu sempat memicu bentrokan.
(zik)