Pelaku Pembuat Isu Teror di Jakarta Harus Ditangkap
Selasa, 19 Januari 2016 - 08:12 WIB
Pelaku Pembuat Isu Teror di Jakarta Harus Ditangkap
A
A
A
JAKARTA - Meledaknya enam bom secara beruntun di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Kamis 14 Januari 2016 telah menimbulkan gejolak. Pascakejadian itu, rentetan aksi isu bom mulai bermunculan di sejumlah lokasi.
Seperti yang terjadi di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Isu adanya bom juga sempat mengguncang Mall Season City, Tambora, Jakarta Barat, pada Minggu 17 Januari 2016. Di mal berlantai lima itu, seorang petugas mal sempat mendapatkan telepon gelap, bahwa bom telah tersimpan di kawasan itu.
Menanggapi hal itu, Polres Metro Jakarta Barat dan dipimpin Gegana telah melakukan penyisiran di kawasan itu dengan menggunakan tim bersenjata lengkap hingga mengerahkan beberapa ekor anjing pelacak. Hasilnya, polisi tidak menemukan benda mencurigakan yang diduga bom.
Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Rudi Hariyanto Adi Nugroho menegaskan, polisi tidak membenarkan adanya tindakan itu, terutama melakukan telepon gelap hingga membuat kegaduhan. Karenanya, dia telah memerintahkan kepada jajarannya untuk menangkap pelaku penyebar teror itu.
"Tangkap pelakunya, lacak teleponnya. Dia (pelaku) sudah meresahkan masyarakat," tegas Rudi ketika dikonfirmasi SINDO, Senin 18 Januari 2016.
Mantan Kapolresta Cimahi ini menambahkan, sekalipun bom sendiri dipastikan tidak benar. Pelaku pembuat teror semacam ini, kata dia juga bisa dijebloskan ke penjara, sesuai dengan Undang-undang tentang terorisme.
"SOP sudah jelas, begitu ada informasi, kami tindaklanjuti, benar atau tidaknya kami usahakan. Kalau hanya kabar burung, kita cari penyebarnya siapa," tegas Rudi.
Antisipasi adanya ancaman teror juga, kata Rudi, polisi telah memperketat sejumlah kawasan di Jakarta Barat. Objek vital maupun tempat keramaian publik seperti mal maupun klub malam telah mendapatkan perlakuan khusus mengantisipasi datangnya teror.
Pola-pola keamanan yang dahulu bersifat normatif mulai diubah. Tidak hanya memeriksa secara luar, penjaga seperti security juga diwajibkan memeriksa sejumlah barang milik pengunjung. Sementara, petugas kepolisian berseragam maupun berpakaian preman, telah disebar ke sejumlah wilayah termasuk lokasi strategis, tempat biasa ngumpulnya kaum x-patriat (orang asing).
"Kawasan Taman Sari yang kami intensifkan. Bagaimanapun juga, di kawasan itu banyak pub dan tempat-tempat yang biasa banyak orang asing," jelas Rudi.
Hal senada, juga disampaikan oleh Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Wirdhanto Hadicaksono. Kata dia, ancaman tentang isu di mal itu pun telah ditindaklanjuti oleh polisi. Termasuk meminta keterangan sejumlah saksi, salah satunya petugas yang menerima telepon telah dimintai keterangan. "Pelakunya sedang kami lacak," tegas Wirdhanto.
Tak hanya itu, mencegah adanya aksi yang terjadi di Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Pihaknya telah melakukan beberapa pola pencegahan salah satunya menggencarkan Binmas untuk melakukan pola pencegahan dini. "Kami sebar spanduk, deteksi dini kami langsung tindak dan mengamankannya," jelas Wirdhanto.
Pola tak jauh beda juga dilakukan oleh Kapolsek Kebon Jeruk Polres Jakarta Barat, Kompol Eka Baasith yang mengaku telah menggerekan hampir semua jajarannya, mulai dari Binmas, Intelkam, dan Reskrim. "Beberapa tempat kami lakukan sterilisasi, mulai dari mal, kawasan perkantoran, dan kantor media," jelasnya.
Tak hanya itu, dia pun telah melakukan pencegahan dengan melakukan operasi di sejumlah kawasan pemukiman mulai dari indekost dan rumah penduduk asli.
"Semuanya kami periksa dengan pola pendekatan. Ada indikasi orang tersebut merupakan simpatan isis, kami langsung pantau," tutupnya.
Seperti yang terjadi di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Isu adanya bom juga sempat mengguncang Mall Season City, Tambora, Jakarta Barat, pada Minggu 17 Januari 2016. Di mal berlantai lima itu, seorang petugas mal sempat mendapatkan telepon gelap, bahwa bom telah tersimpan di kawasan itu.
Menanggapi hal itu, Polres Metro Jakarta Barat dan dipimpin Gegana telah melakukan penyisiran di kawasan itu dengan menggunakan tim bersenjata lengkap hingga mengerahkan beberapa ekor anjing pelacak. Hasilnya, polisi tidak menemukan benda mencurigakan yang diduga bom.
Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Rudi Hariyanto Adi Nugroho menegaskan, polisi tidak membenarkan adanya tindakan itu, terutama melakukan telepon gelap hingga membuat kegaduhan. Karenanya, dia telah memerintahkan kepada jajarannya untuk menangkap pelaku penyebar teror itu.
"Tangkap pelakunya, lacak teleponnya. Dia (pelaku) sudah meresahkan masyarakat," tegas Rudi ketika dikonfirmasi SINDO, Senin 18 Januari 2016.
Mantan Kapolresta Cimahi ini menambahkan, sekalipun bom sendiri dipastikan tidak benar. Pelaku pembuat teror semacam ini, kata dia juga bisa dijebloskan ke penjara, sesuai dengan Undang-undang tentang terorisme.
"SOP sudah jelas, begitu ada informasi, kami tindaklanjuti, benar atau tidaknya kami usahakan. Kalau hanya kabar burung, kita cari penyebarnya siapa," tegas Rudi.
Antisipasi adanya ancaman teror juga, kata Rudi, polisi telah memperketat sejumlah kawasan di Jakarta Barat. Objek vital maupun tempat keramaian publik seperti mal maupun klub malam telah mendapatkan perlakuan khusus mengantisipasi datangnya teror.
Pola-pola keamanan yang dahulu bersifat normatif mulai diubah. Tidak hanya memeriksa secara luar, penjaga seperti security juga diwajibkan memeriksa sejumlah barang milik pengunjung. Sementara, petugas kepolisian berseragam maupun berpakaian preman, telah disebar ke sejumlah wilayah termasuk lokasi strategis, tempat biasa ngumpulnya kaum x-patriat (orang asing).
"Kawasan Taman Sari yang kami intensifkan. Bagaimanapun juga, di kawasan itu banyak pub dan tempat-tempat yang biasa banyak orang asing," jelas Rudi.
Hal senada, juga disampaikan oleh Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Wirdhanto Hadicaksono. Kata dia, ancaman tentang isu di mal itu pun telah ditindaklanjuti oleh polisi. Termasuk meminta keterangan sejumlah saksi, salah satunya petugas yang menerima telepon telah dimintai keterangan. "Pelakunya sedang kami lacak," tegas Wirdhanto.
Tak hanya itu, mencegah adanya aksi yang terjadi di Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Pihaknya telah melakukan beberapa pola pencegahan salah satunya menggencarkan Binmas untuk melakukan pola pencegahan dini. "Kami sebar spanduk, deteksi dini kami langsung tindak dan mengamankannya," jelas Wirdhanto.
Pola tak jauh beda juga dilakukan oleh Kapolsek Kebon Jeruk Polres Jakarta Barat, Kompol Eka Baasith yang mengaku telah menggerekan hampir semua jajarannya, mulai dari Binmas, Intelkam, dan Reskrim. "Beberapa tempat kami lakukan sterilisasi, mulai dari mal, kawasan perkantoran, dan kantor media," jelasnya.
Tak hanya itu, dia pun telah melakukan pencegahan dengan melakukan operasi di sejumlah kawasan pemukiman mulai dari indekost dan rumah penduduk asli.
"Semuanya kami periksa dengan pola pendekatan. Ada indikasi orang tersebut merupakan simpatan isis, kami langsung pantau," tutupnya.
(mhd)