Keseharian Teroris Sarinah, Afif dan Ali

Minggu, 17 Januari 2016 - 02:57 WIB
Keseharian Teroris Sarinah,...
Keseharian Teroris Sarinah, Afif dan Ali
A A A
JAKARTA - Siapapun tidak menyangka bahwa sosok teroris bom sarinah, M Ali, 39, merupakan seorang sopir angkot KWK (Koperasi Wahana Kalpika) 14 jurusan Citraland-Green Garden.

Pelaku yang tewas di halaman depan Starbucks, Wisma Cakrawala ini sebelumnya merupakan seorang security, namun karena restorannya bangkrut maka Ali pun terpaksa harus alih profesi menjadi sopir angkot.

Kepada sejumlah wartawan, istri Ali, Siti Maesaroh, 31, mengaku tidak curiga dengan sosok pria betawi yang dinikahinya 14 tahun lalu. Selama kehidupannya, Ali dikenal sebagai sosok bertanggung jawab, sayang keluarga, dan taat beribadah.

"Sebelum Ashar dia selalu pulang, makan, dan pergi lagi. Dia juga suka melakukan pengajian seminggu sekali di masjid," jelas Siti kepada wartawan, Sabtu 16 Januari 2016.

Saking cintanya kepada sang suami, Siti pun tak merasa curiga tentang pekerjaan lain suaminya. Dia bahkan tak percaya suaminya itu merupakan satu dari lima terduga pelaku yang tewas di Sarinah pada Kamis 14 Januari siang.

"Kehidupannya normal kok, enggak ada apa-apa," tuturnya.

Salah seorang tetangga Ali, yang tak lain teman dari adik Ali, Tari, 23, mengutarakan bahwa Ali merupakan seorang yang dikenal pendiam dan tertutup.

Namun demikian, Ali sendiri terbilang orang yang ramah, hal itu terlihat saat dirinya selalu tersenyum begitu ketemu dengan tetangganya saat keluar rumah.

Gelagat Ali sendiri mulai mencurigakan ketika dua tahun lalu, di mana dirinya mulai aktif mengikuti pengajian. Ali yang merupakan warga asli Kampung Pesanggrahan, RT 02/03, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat ini selalu semakin menunjukkan sikap yang sangat tertutup.

"Yah kalau saya rasa, dia sudah kedoktrin pas dua tahun lalu, pas mulai ikut pengajian," tuturnya.

Meski aneh dalam bersikap dan cenderung semakin tertutup, namun dari style pakaiannya, Ali sendiri menunjukkan sikap normal. Pria yang tinggal di rumah Nomor 22 itu pun masih kerap menggunakan kaos biasa dan celana jeans, tanpa menggunakan janggut dan gamis, layaknya pelaku teroris pada umumnya.

"Yang jelas, dia semakin jarang ngobrol dengan tetangga, begitu pun pula dengan keluarganya," terang Tari.

Sementara Dayat, 38, salah satu keluarga Ali, dan tetangga tempat Afif, pelaku lainnya, mengutarakan, bahwa Ali yang membawa Afif untuk mengontrak di rumah pamannya.

"Dia (Afif) dibawa sama Ali, makannya encing saya enggak curiga," tutur Dayat yang mengaku Afif mengontrak sekitar dua minggu lalu.

Selama mengontrak di kamar berukuran 2x5 meter itu, Afif diketahui mengontrak dengan tarif mingguan. Profesinya sebagai kuli bangunan, harian, menjadi alasan dirinya untuk tidak mengontrak untuk waktu yang lama.

"Tarif seminggunya 3 ribu. Dia juga sudah bayar untuk minggu ke dua kok," tutur Dayat.

Belakangan, lanjut Dayat, tersiar kabar, antara Afif dan Ali merupakan seorang sahabat karib. Keduanya akrab setelah bertemu di pengajian yang dilakukan keduanya.

"Afif orang Bogor, dia juga punya rumah di Bogor. Sedangkan Ali orang asli sini," jelasnya.

Selama mengontrak dua minggu di kampung itu, Afif merupakan sosok yang pendiam, kehidupannya penuh dengan misterius sekalipun sering ditemani oleh beberapa orang rekannya saat malam hari.

Tetangga kontrakan Afif, Nining, 20, mengutarakan kehidupan Afif sangat tertutup, selain jarang mengobrol, Afif juga lebih banyak berdiam diri di kamar, kecuali malam, lorong pojok kamarnya menjadi tempat favoritnya.

"Kalau saya pulang, kalau saya sapa, dia hanya tersenyum tanpa bicara sekata pun," tutur Nining yang sudah empat bulan ngekos di kawasan itu.

Nining sendiri tak menyangka, bahwa teman satu kosannya merupakan pelaku bom Sarinah. Pasalnya selain tidak berpakaian seperti kebanyakan seorang fanatik agama seperti menggunakan gamis maupun berjanggut. Pria itu juga berpakaian seperti pria dewasa pada umumnya.

"Celananya pendek, palingan dia suka ngaji dan dengerin lagu gambus saja, tapi saya rasa wajar kok," tuturnya.

Pilihan:

Geram Brimob Bersenjata di DPR, Ini Klarifikasi Fahri Hamzah
(maf)
Berita Terkait
Kebakaran Papan Reklame...
Kebakaran Papan Reklame Samping Mal Sarinah, Tak Ada Korban Jiwa
Profil Irjen Ferdy Sambo,...
Profil Irjen Ferdy Sambo, Jenderal yang Tangani Bom Sarinah hingga Kopi Sianida
Mengenal Sosok AKBP...
Mengenal Sosok AKBP Untung Sangaji, Pahlawan Bom Sarinah yang Kini Mengabdi di Tanah Papua
Berkerumun, Polisi Bubarkan...
Berkerumun, Polisi Bubarkan Warga yang Bernostalgia di McD Sarinah
Penemuan Dugaan Bom...
Penemuan Dugaan Bom di dalam Tong di Caman Bekasi
Peremajaan Sarinah,...
Peremajaan Sarinah, Menteri BUMN Pastikan Keberpihakan ke Produk Lokal dan UKM
Berita Terkini
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
16 menit yang lalu
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
2 jam yang lalu
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
2 jam yang lalu
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
2 jam yang lalu
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
3 jam yang lalu
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo di PN Jaksel Digelar Hari Ini
3 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved