Ikut Gafatar, PNS Kudus Menghilang

Selasa, 12 Januari 2016 - 20:30 WIB
Ikut Gafatar, PNS Kudus...
Ikut Gafatar, PNS Kudus Menghilang
A A A
KUDUS - Salah seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah bernama Nur Asik dilaporkan hilang sejak pertengahan November tahun lalu. Hilangnya staf di Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Kabupaten Kudus ini terindikasi karena mengikuti kegiatan Ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kudus, Djati Solehah mengatakan, pihaknya melakukan penelusuran terkait warga Kota Kretek yang terindikasi mengikuti Gafatar.

Dan hasilnya muncullah nama Nur Asik. Bahkan Asik yang berstatus sebagai PNS itu tak hanya sekedar anggota biasa, namun menjadi pengurus Gafatar tingkat Provinsi Jawa Tengah.

"Dia dilaporkan hilang sejak akhir tahun. Dan sejak itu juga tak masuk kerja," kata Djati, Selasa (12/1/2016).

Terkait persoalan ini, kata Djati, pihaknya sudah berkoordinasi dengan DPPKD maupun Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kudus. Nur Asik akan diproses karena karena tak melaksanakan kewajibannya sebagai PNS.

"Kalau soal Nur Asik terlibat Gafatar itu beda lagi. Bukan ranahnya pemkab," jelasnya.
Sementara itu, Kepala DPPKD Kudus, Eko Djumartono mengatakan pihaknya sudah tak bisa menghubungi Nur Asik sejak 16 November 2015.

Nomer telepon yang bersangkutan tak bisa dikontak. Pihaknya juga telah beberapa kali berupaya mencari keberadaan Nur Asik, termasuk dengan mendatangi rumahnya yang ada di Desa Bendan Pete, Kecamatan Nalumsari, Jepara.

"Tapi berbagai upaya itu tak membuahkan hasil. Pihak keluarga maupun tetangga tidak tahu keberadaannya," ucap Eko.

Terkait persoalan Nur Asik, kata Eko pihaknya berpedoman pada aturan yang mengatur tentang abdi negara.

Karena Nur Asik sudah hampir 40 hari tak masuk kerja, maka ada sejumlah sanksi yang menantinya. Mulai dari teguran tertulis, penundaan, hingga penurunan pangkat.

"Kalau sudah 46 hari tak juga masuk kerja, maka kami serahkan ke tim dispilin PNS Setda Kudus. Keputusannya di tangan mereka," tutur Eko.
(sms)
Berita Terkait
Korban Tewas Aliran...
Korban Tewas Aliran Sesat Kenya Capai 95 Orang, 8 di Antaranya Anak-anak
Gempar, Pria di Maros...
Gempar, Pria di Maros Minta Izin Presiden Jokowi Buat Aliran Kepercayaan Baru ‘Tilaco’
Korban Tewas Sekte Sesat...
Korban Tewas Sekte Sesat Puasa Sampai Mati Tembus 109 Orang di Kenya
Korban Tewas Aliran...
Korban Tewas Aliran Sesat Kenya Capai 200, Lebih dari 600 Dilaporkan Hilang
Antisipasi Munculnya...
Antisipasi Munculnya Aliran Sesat, Kejari Sinjai Gelar Rakor Pakem
PBNU Minta Pemerintah...
PBNU Minta Pemerintah Serius Tangani Aliran Bab Kesucian di Gowa
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
4 jam yang lalu
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
6 jam yang lalu
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
11 jam yang lalu
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
12 jam yang lalu
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
14 jam yang lalu
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
16 jam yang lalu
Infografis
Gempa Dahsyat Tibet,...
Gempa Dahsyat Tibet, 3 Negara Tetangga Ikut Terguncang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved