Manajemen Chiropractic First Sampaikan Ucapan Maaf ke Keluarga Allya
Senin, 11 Januari 2016 - 21:29 WIB
Manajemen Chiropractic First Sampaikan Ucapan Maaf ke Keluarga Allya
A
A
A
JAKARTA - PT Chiropractic First Indonesia menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga almarhumah Allya Siska Nadya atas kematian mendadak korban pada Agustus 2015. Manajemen pun berjanji akan membantu kepolisian menemukan Randall Cafferty dokter yang menangani Allya.
Dalam rilisnya yang diterima Sindonews, Marketing Manager PT Chiropractic First Indonesia Tabitha La Rouse Aritonang mengatakan, sangat disayangkan almarhumah meninggal mendadak setelah perawatan ketiga di salah satu klinik cabang perusahaan. Perusahaan akan mengerahkan segenap daya upaya untuk menemukan Randall Cafferty yang saat itu melakukan perawatan kepada almarhumah, dan membawanya kembali ke Jakarta agar bisa membantu polisi dalam proses investigasi.
"Jika Randall Cafferty ditemukan telah melakukan kelalaian dalam perawatan Allya, dia harus bertanggung jawab atas kematian almarhumah," kata Tabhita dalam rilis yang diterima Sindonews, Senin (11/1/2016).
Tabhita menuturkan, perusahaan memiliki kebijakan ketat untuk tidak berkompromi dalam menjalankan prosedur operasi standarnya. Bila ada staf yang melakukan kelalaian, perusahaan akan membantu pihak berwenang Indonesia dan keluarga almarhumah mendapatkan keadilan atas kasus ini.
Dalam rilisnya yang diterima Sindonews, Marketing Manager PT Chiropractic First Indonesia Tabitha La Rouse Aritonang mengatakan, sangat disayangkan almarhumah meninggal mendadak setelah perawatan ketiga di salah satu klinik cabang perusahaan. Perusahaan akan mengerahkan segenap daya upaya untuk menemukan Randall Cafferty yang saat itu melakukan perawatan kepada almarhumah, dan membawanya kembali ke Jakarta agar bisa membantu polisi dalam proses investigasi.
"Jika Randall Cafferty ditemukan telah melakukan kelalaian dalam perawatan Allya, dia harus bertanggung jawab atas kematian almarhumah," kata Tabhita dalam rilis yang diterima Sindonews, Senin (11/1/2016).
Tabhita menuturkan, perusahaan memiliki kebijakan ketat untuk tidak berkompromi dalam menjalankan prosedur operasi standarnya. Bila ada staf yang melakukan kelalaian, perusahaan akan membantu pihak berwenang Indonesia dan keluarga almarhumah mendapatkan keadilan atas kasus ini.
(whb)