Lantik Ribuan Pejabat, Ahok Minta PNS Lapor Gratifikasi ke KPK
Jum'at, 08 Januari 2016 - 19:38 WIB
Lantik Ribuan Pejabat, Ahok Minta PNS Lapor Gratifikasi ke KPK
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta anak buahnya untuk malaporkan gratifikasi yang pernah diterima kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karena jika tidak, Ahok mengancam akan memecat pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta itu.
"Ini awal tahun, ini kesempatan pejabat yang harus melaporkan gratifikasi. Sudah ada yang lapor ke saya menolak uang tapi juga ada yang belum," kata Ahok dalam sambutan pelantikan pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, Halaman Blok G Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (8/1/2016) sore.
Bahkan Ahok memastikan tidak akan main-main dengan ancamannya itu. Dia juga meminta Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri keuangan para PNS DKI Jakarta. "Sistem semakin ketat, saya akan minta PPATK untuk cek aliran dana (PNS DKI) kemana," tegas Ahok.
Dalam kesempatan ini, Ahok melantik 1.046 pejabat di lingkungan DKI mulai dari eselon IV hingga eselon II. Pelantikan dimulai pukul 16.30 WIB, dan dihadiri oleh kepala satuan perangkat kerja daerah (SKPD) yang ada di barisan undangan.
Berdasarkan catatan Sindonews, Yurianto menjabat sebagai Kepala Badan Pembinaan BUMD dan Penanaman Modal DKI Catur Laswanto menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, dan Sopan Adrianto Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Kemudian, Subagyo sebagai Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Bowo Irianto sebagai Wakil Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dan Yayan Yuhana sebagai Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah DKI Jakarta.
Selain itu, Junaedi Nelman Kasudin Bina Marga Jakarta Barat, Anastasia Savitri Kasubag TU Bina Marga Jakarta Barat, Anak Agung Ayu Artiningsih sebagai Wakil Direktur Bidang Keuangan RSUD Pasar Rebo. Ahmad Salahudin sebagai Camat Matraman dan Debby Novita sebagai Lurah Tanjung Barat.
PILIHAN:
Salon Plus Digerebek, 2 Wanita Cantik Kabur Sambil Telanjang
"Ini awal tahun, ini kesempatan pejabat yang harus melaporkan gratifikasi. Sudah ada yang lapor ke saya menolak uang tapi juga ada yang belum," kata Ahok dalam sambutan pelantikan pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, Halaman Blok G Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (8/1/2016) sore.
Bahkan Ahok memastikan tidak akan main-main dengan ancamannya itu. Dia juga meminta Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri keuangan para PNS DKI Jakarta. "Sistem semakin ketat, saya akan minta PPATK untuk cek aliran dana (PNS DKI) kemana," tegas Ahok.
Dalam kesempatan ini, Ahok melantik 1.046 pejabat di lingkungan DKI mulai dari eselon IV hingga eselon II. Pelantikan dimulai pukul 16.30 WIB, dan dihadiri oleh kepala satuan perangkat kerja daerah (SKPD) yang ada di barisan undangan.
Berdasarkan catatan Sindonews, Yurianto menjabat sebagai Kepala Badan Pembinaan BUMD dan Penanaman Modal DKI Catur Laswanto menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, dan Sopan Adrianto Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Kemudian, Subagyo sebagai Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Bowo Irianto sebagai Wakil Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dan Yayan Yuhana sebagai Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah DKI Jakarta.
Selain itu, Junaedi Nelman Kasudin Bina Marga Jakarta Barat, Anastasia Savitri Kasubag TU Bina Marga Jakarta Barat, Anak Agung Ayu Artiningsih sebagai Wakil Direktur Bidang Keuangan RSUD Pasar Rebo. Ahmad Salahudin sebagai Camat Matraman dan Debby Novita sebagai Lurah Tanjung Barat.
PILIHAN:
Salon Plus Digerebek, 2 Wanita Cantik Kabur Sambil Telanjang
(mhd)