Operasi Pencarian Korban KM Marina Baru Diakhiri

Selasa, 29 Desember 2015 - 17:16 WIB
Operasi Pencarian Korban...
Operasi Pencarian Korban KM Marina Baru Diakhiri
A A A
SENGKANG - Operasi pencarian korban KM Marina Baru 2B yang tenggelam di Teluk Bone, Sabtu (19/12/2015) diakhiri oleh Badan SAR Nasional (Basarnas). Pencarian yang dilakukan selama 10 hari tersebut, dengan perpanjangan tiga hari, resmi berakhir Selasa (29/12/2015).

Kendati demikian, selama tiga hari ke depan, Basarnas tetap membuka pos siaga apabila ada informasi penumpang yang ditemukan.
Basarnas Kendari juga masih menyediakan satu unit Rigid Inflatabel Boat (RIB) untuk evakuasi apabila ada penemuan korban dalam tiga hari ke depan.

"Operasi ditutup, tetapi tetap disiagakan empat orang personel dan satu buah RIB di Pelabuhan Tobaku. Ini untuk melakukan evakuasi apabila diketemukan ada tanda-tanda dari korban selama tiga hari ke depan," kata Humas Basarnas Kendari Wahyuddin kepada KORAN SINDO.

Terkait dengan pencarian di hari ke-10, Wahyuddin mengaku hasilnya nihil. Tidak seorang pun dari 12 sisa penumpang KM Marina Baru yang tenggelam ditemukan.

Total korban yang ditemukan masih di angka 106 dari 118 korban. Sebanyal 66 korban yang ditemukan di antaranya meninggal dan 40 lainnya selamat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo Alamsyah mengatakan, dari 66 korban tewas, sisa empat orang yang belum teridentifikasi hingga sore ini.

"Jadi sisa empat korban yang belum teridentifikasi, 17 orang di antaranya berhasil diidentifikasi di RSUD Siwa," katanya.

Sementara itu, Bupati Wajo HA Burhanuddin Unru didampingi oleh Kepala Perwakilan Jasa Raharja Bosowasi Amaluddin S serta pejabat Pemkab Wajo menyerahkan santunan Jasa Raharja kepada keluarga korban yang menjadi korban tenggelamnya KM Marina Baru 2B di Kantor Bupati Wajo.

Bupati Wajo A Burhanuddin Unru meminta keikhlasan keluarga korban untuk merelakan keluarganya yang menjadi korban tenggelamnya KM Marina Baru.

"Sejauh ini kami sudah menyerahkan santunan ke delapan ahli waris, enam untuk Wajo dan dua untuk Kabupaten Soppeng. Meski ada penumpang yang tidak terdaftar di manifes namun bisa dibuktikan dia ikut menjadi korban akan tetap dibayar kepada ahli warisnya," kata Kepala Perwakilan Jasa Raharja Bosowasi Amaluddin S.

Dia menambahkan, meski masih ada korban yang belum diidentifikasi, pihaknya masih menunggu hasil dari DVI Polda Sulsel dan Kendari.

Sementara, untuk yang tidak ditemukan, akan tetap dibayarkan. Namun, ada proses yang harus dilalui yakni ada pengakuan dari pemerintah, bisa melalui pengadilan dan SK Gubernur.
(zik)
Berita Terkait
Update Operasi Pencarian...
Update Operasi Pencarian Korban Kapal Tenggelam, 42 Orang Belum Ditemukan
Pencarian Korban Kapal...
Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Pontianak
KM Ladang Pertiwi yang...
KM Ladang Pertiwi yang Tenggelam Rupanya Berpenumpang 50 Orang
Tim DVI Polda Sulsel...
Tim DVI Polda Sulsel Identifikasi 1 Jenazah Korban KM Ladang Pertiwi
Bagaimana Menyelamatkan...
Bagaimana Menyelamatkan Kapal Selam Titan Jika Ditemukan? Begini Opsi yang Dilakukan
Tangis Pecah di Buton...
Tangis Pecah di Buton Tengah, 15 Korban Kapal Tenggelam Dimakamkan dalam 1 Liang
Berita Terkini
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
49 menit yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
1 jam yang lalu
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
3 jam yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
3 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Ditutup,...
Jakarta Fair 2026 Ditutup, Pecahkan Rekor Transaksi Rp8,6 Triliun
4 jam yang lalu
Ini Motif Pelaku Kirim...
Ini Motif Pelaku Kirim Ancaman Bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
4 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved