Jumlah Keluarga Miskin di Subang Tembus 125.000 KK
Minggu, 27 Desember 2015 - 11:13 WIB
Jumlah Keluarga Miskin di Subang Tembus 125.000 KK
A
A
A
SUBANG - Dinas Sosial Kabupaten Subang merilis, hingga 2015 ini, jumlah keluarga sangat miskin (KSM) mencapai 125.000 Kepala Keluaga (KK) lebih.
Dari jumlah sebanyak ini, KSM yang sudah mendapatkan rekomendasi dinas untuk memeroleh bantuan subsidi dari program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), baru mencapai 30%.
"Benar, KSM yang dapat subsidi dari BPJS melalui program PBI, atau penerima bantuan iuran, baru sekitar 37.500 KK, atau hanya 30% dari total 125.000 KK sangat miskin di seluruh Subang,"ujar Kepala Bidang Bantuan Jaminan Sosial Dinsos Subang, Enda.
Capaian angka penyerapan KSM yang mendapat subsidi BPJS ini, dinilainya masih sangat rendah, dan jauh dari target yang diharapkan. Pasalnya, data RTS (rumah tangga sasaran) atau KSM yang dikantongi dinasnya cukup banyak, mencapai 125.000 KK.
Enda menyebut, rendahnya penyerapan ini, di antaranya disebabkan banyak KSM di Subang cenderung masih berpikir tentatif dan insidentil.
"Rata-rata yang mengurus rekomendasi ke kami, cenderung KSM yang sakit, yang sedang dirawat di rumah sakit," tuturnya.
Untuk mencapai target agar seluruh KSM bisa memeroleh kartu BPJS PBI (penerima bantuan iuran), pihaknya menilai perlu ada sosialisasi massif kepada KSM, mengenai pentingnya BPJS PBI bagi yang bersangkutan.
"Kami rasa perlu ada penyadaran kepada KSM, salah satunya dengan sosialisasi," katanya.
Kecuali dengan sosialisasi, papar dia, target tersebut bisa dicapai dengan cara menginstruksikan para kepala desa (kades) dan lurah, agar mengkolektifkan KSM di daerahnya untuk mendapat rekomendasi dinsos.
Data-data KSM itu bisa diperoleh secara akurat oleh masing-masing kades dan lurah, dari hasil pendataan Ketua RT dan RW setempat.
"Upaya ini penting, supaya hak-hak seluruh KSM dalam mendapatkan BPJS PBI bisa segera diselesaikan," pungkasnya.
Dari jumlah sebanyak ini, KSM yang sudah mendapatkan rekomendasi dinas untuk memeroleh bantuan subsidi dari program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), baru mencapai 30%.
"Benar, KSM yang dapat subsidi dari BPJS melalui program PBI, atau penerima bantuan iuran, baru sekitar 37.500 KK, atau hanya 30% dari total 125.000 KK sangat miskin di seluruh Subang,"ujar Kepala Bidang Bantuan Jaminan Sosial Dinsos Subang, Enda.
Capaian angka penyerapan KSM yang mendapat subsidi BPJS ini, dinilainya masih sangat rendah, dan jauh dari target yang diharapkan. Pasalnya, data RTS (rumah tangga sasaran) atau KSM yang dikantongi dinasnya cukup banyak, mencapai 125.000 KK.
Enda menyebut, rendahnya penyerapan ini, di antaranya disebabkan banyak KSM di Subang cenderung masih berpikir tentatif dan insidentil.
"Rata-rata yang mengurus rekomendasi ke kami, cenderung KSM yang sakit, yang sedang dirawat di rumah sakit," tuturnya.
Untuk mencapai target agar seluruh KSM bisa memeroleh kartu BPJS PBI (penerima bantuan iuran), pihaknya menilai perlu ada sosialisasi massif kepada KSM, mengenai pentingnya BPJS PBI bagi yang bersangkutan.
"Kami rasa perlu ada penyadaran kepada KSM, salah satunya dengan sosialisasi," katanya.
Kecuali dengan sosialisasi, papar dia, target tersebut bisa dicapai dengan cara menginstruksikan para kepala desa (kades) dan lurah, agar mengkolektifkan KSM di daerahnya untuk mendapat rekomendasi dinsos.
Data-data KSM itu bisa diperoleh secara akurat oleh masing-masing kades dan lurah, dari hasil pendataan Ketua RT dan RW setempat.
"Upaya ini penting, supaya hak-hak seluruh KSM dalam mendapatkan BPJS PBI bisa segera diselesaikan," pungkasnya.
(nag)