Menhub Cabut Izin Pilot Tertangkap Nyabu di Apartemen
Rabu, 23 Desember 2015 - 16:43 WIB
Menhub Cabut Izin Pilot Tertangkap Nyabu di Apartemen
A
A
A
JAKARTA - Pilot yang tertangkap BNN sedang pesta sabu di apartemen di Tangerang dipastikan tidak akan bisa lagi menerbangkan pesawat. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengaku sedang meminta data pilot tersebut ke BNN untuk dicabut izin pilotnya.
"Kalau yang nyabu, saya kira Kemenhub sudah minta BNN data atau identitas kru, kalau kita sudah dapat kita cabut izinnya. Cabut izin pilot, atau kru, saya enggak tahu itu pilot atau kru," kata Jonan di Bank Indonesia, Rabu (23/12/2015)
Untuk maskapainya, lanjut Jonan, maskapai yang terkenal akan delay penerbangannya tersebut pasti akan diperingatkan dan segera diambil penindakan. (Baca: Pesta Sabu, BNN Tangkap Pilot dan Pramugari Maskapai)
"Oh pasti maskapai pasti diperingatkan. Tapi kan tindakan nyabu itu individual, mereka juga pakainya bukan di kantor maskapai, airport dan sebagainya," katanya.
Memang, lanjut dia, sebelum terbang, ada pengecekan kesehatan. Pengecekan Harian juga dilakukan tapi dilakukan secara random.
Untuk mengantisipasi hal ini berulang, Kemenhub akan terus melakukan pengingatan terhadap maskapai-maskapai penerbangan lain dalam hal perekrutan pegawai.
"Soal perekrutan bukan di kita, di maskapai masing-masing. Hanya saja cek kesehatan di kita waktu mau dapat sertifikat. Kalau kena narkoba ya kita buang. Kalau itu enggak ampun, saya enggak mau suspended, saya cabut seumur hidup," pungkasnya.
PILIHAN:
Joki 3 in 1 Diperkosa WNA di Lippo Mall Kemang
"Kalau yang nyabu, saya kira Kemenhub sudah minta BNN data atau identitas kru, kalau kita sudah dapat kita cabut izinnya. Cabut izin pilot, atau kru, saya enggak tahu itu pilot atau kru," kata Jonan di Bank Indonesia, Rabu (23/12/2015)
Untuk maskapainya, lanjut Jonan, maskapai yang terkenal akan delay penerbangannya tersebut pasti akan diperingatkan dan segera diambil penindakan. (Baca: Pesta Sabu, BNN Tangkap Pilot dan Pramugari Maskapai)
"Oh pasti maskapai pasti diperingatkan. Tapi kan tindakan nyabu itu individual, mereka juga pakainya bukan di kantor maskapai, airport dan sebagainya," katanya.
Memang, lanjut dia, sebelum terbang, ada pengecekan kesehatan. Pengecekan Harian juga dilakukan tapi dilakukan secara random.
Untuk mengantisipasi hal ini berulang, Kemenhub akan terus melakukan pengingatan terhadap maskapai-maskapai penerbangan lain dalam hal perekrutan pegawai.
"Soal perekrutan bukan di kita, di maskapai masing-masing. Hanya saja cek kesehatan di kita waktu mau dapat sertifikat. Kalau kena narkoba ya kita buang. Kalau itu enggak ampun, saya enggak mau suspended, saya cabut seumur hidup," pungkasnya.
PILIHAN:
Joki 3 in 1 Diperkosa WNA di Lippo Mall Kemang
(ysw)