PSK Rusia dan Ukraina di Bali Pasang Iklan di Website
Rabu, 23 Desember 2015 - 16:01 WIB
PSK Rusia dan Ukraina di Bali Pasang Iklan di Website
A
A
A
DENPASAR - Petugas Imigrasi Ngurah Rai berhasil mengungkap prostitusi online yang melibatkan Pekerja Seks Komersial (PSK) asal Rusia dan Ukraina melalui website Bali B***pa**.
“Dari situs website Bali B***pa** ini kita bisa mengungkap kasus itu. Kami menelusuri kasus ini sekitar dua minggu," kata Kepala Seksi Pengawasan Keimigrasian Kantor Imigrasi Ngurah Rai Tri Hernanda Reza, kepada wartawan, Rabu (23/12/2015).
Ditambahkan dia, situs tersebut tidak hanya menawarkan tentang transaksi seksual. Tetapi juga berbagai macam, seperti lowongan pekerjaan, tempat tinggal, komunitas, hingga rental mobil dan kencan.
"Memang agak cukup lama. Awalnya kami hanya menghubungi mereka, tetapi mereka terus memberikan gambar dan harga perjamnya. Lalu kami berpikir apa ini? Kami penasaran, akhirnya kami lakukan penelusuran,” jelasnya.
Dia menjelaskan, saat dilakukan penggerebekan, para perempuan tersebut sedang pesta di sebuah villa di Seminyak, Kuta, Badung, pada 11 November 2015.
“Para perempuan ini saat ditangkap berusaha untuk kabur dan melawan petugas, karena banyaknya petugas yang melakukan sidak akhirnya bisa kami tangkap,” pungkasnya.
“Dari situs website Bali B***pa** ini kita bisa mengungkap kasus itu. Kami menelusuri kasus ini sekitar dua minggu," kata Kepala Seksi Pengawasan Keimigrasian Kantor Imigrasi Ngurah Rai Tri Hernanda Reza, kepada wartawan, Rabu (23/12/2015).
Ditambahkan dia, situs tersebut tidak hanya menawarkan tentang transaksi seksual. Tetapi juga berbagai macam, seperti lowongan pekerjaan, tempat tinggal, komunitas, hingga rental mobil dan kencan.
"Memang agak cukup lama. Awalnya kami hanya menghubungi mereka, tetapi mereka terus memberikan gambar dan harga perjamnya. Lalu kami berpikir apa ini? Kami penasaran, akhirnya kami lakukan penelusuran,” jelasnya.
Dia menjelaskan, saat dilakukan penggerebekan, para perempuan tersebut sedang pesta di sebuah villa di Seminyak, Kuta, Badung, pada 11 November 2015.
“Para perempuan ini saat ditangkap berusaha untuk kabur dan melawan petugas, karena banyaknya petugas yang melakukan sidak akhirnya bisa kami tangkap,” pungkasnya.
(san)