DKI Minta Pemilik Metro Mini Gabung ke Kopaja

Selasa, 22 Desember 2015 - 01:39 WIB
DKI Minta Pemilik Metro...
DKI Minta Pemilik Metro Mini Gabung ke Kopaja
A A A
JAKARTA - Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta menyarankan Metro Mini bergabung dengan Kopaja. Agar pengusaha bus tersebut tetap mempunyai pemasukan dan tidak khawatir armadanya dikandangkan.

"Jadi para pemilik Metro Mini ini bingung, satu sisi takut dikandangi satu sisi tidak ada pemasukan. Nah kami memiliki rencana supaya para pemilik bergabung ke Kopaja," kata Kepala Dishubtrans DKI Jakarta, Andri Yansyah usai bertemu dengan 55 pemilik Metro Mini di Kantornya, Senin 21 Desember 2015.

Andri menjelaskan, untuk mengikuti sistem rupiah per kilometer, angkutan umum harus berbadan usaha sebagai syarat di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Pusat (LKPP). Saat ini, satu-satunya yang sanggup mengikuti sistem rupiah perkilometer adalah bus sedang Kopaja. ‎Sementara Metro Mini kepengurusannya bermasalah dan tidak bisa diterima LKPP.

Untuk itu, ‎kata Andri, dalam pertemuan itu, Dishubtrans menghadirkan Ketua Kopaja, Nanang Basuki. Terlebih, Kopaja pada Selasa (22/12?2015) bersama Dishubtrans dan PT Transportasi Jakarta akan melaunching 320 unit di Parkir Timur Senayan.

"Semua Metro Mini kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Kalau tidak mau hilang ya harus ikut rupiah per kilometer. Bagaiaman supaya cepat, ya para pemilik masuk ke Kopaja," ujarnya.

Ketua Kopaja, Nanang Basuki mengatakan, Kopaja sebagai koperasi membuka diri bagi anggota baru. Kendati demikian, Nanang optimis jika para pemilik Metromini bisa bergabung. Dia pun akan meresponnya dengan cepat.

"‎Pemprov memberikan kepercayaan pada kami. Kami memberikan respon dengan cepat. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemilik Metro Mini dan dishubtrans," ujarnya.

Nanang menjelaskan, untuk masuk ke dalam sistem rupiah perkilometer memang ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Sebab, ini menggunakan uang rakyat yang masuk dalam Public Service obigation (PSO). Namun, kata dia, para pemilik Metromini tidak perlu lagi memikirkan operasional kendaraan. Sebab, mulai dari service, hingga gaji pengemudi, sudah diperhitungkan oleh LKPP.

"Memang prosesnya lama. Nah kalau kita kan sudah ada kontrak kerjasama 25 Novmber lalu. Jadi tinggal jalan saja kalau mau nambah pembelian lagi," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pemilik Metromini, Siagian mengatakan, pihaknya akan terlebih dahulu mempelajari bagaimana syarat dan teknisnya mengikuti sistem rupiah perkilometer dan masuk ke dalam Kopaja. Terpenting baginya, para sopir dan pemilik Metromini tidak kehilangan pekerjaan. Syangnya, dirinya tidak menyebutkan berapa kerugian dan pengeluran operasionalnya sehari-hari.

"Kami sudah mengalami kerugian sejak adanya penertiban, kami takut kalau dikandangkan. Kami akan membentuk tim untuk koordinasi kepada Kopaja dan Dishubtrans," jelasnya.

PILIHAN:

Fakta Baru Pembunuhan Driver Go-Jek di Sunter Mall Terkuak
(mhd)
Berita Terkait
Lin Kuning di Jember...
Lin Kuning di Jember Disulap Jadi Angkutan Umum Sultan
Menhub Izinkan Angkutan...
Menhub Izinkan Angkutan Umum Kembali Beroperasi Besok
4 Artis yang Suka Naik...
4 Artis yang Suka Naik Kendaraan Umum
Angkutan Umum Naikkan...
Angkutan Umum Naikkan Tarif, Dirjen Hubdat: Itu Mekanisme Pasar
Miris, Usaha Angkutan...
Miris, Usaha Angkutan Umum di Semarang Mati Suri
Dishub Sulsel Larang...
Dishub Sulsel Larang Angkutan Umum Tak Layak Beroperasi
Berita Terkini
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
21 menit yang lalu
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
1 jam yang lalu
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
8 jam yang lalu
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
8 jam yang lalu
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
9 jam yang lalu
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
10 jam yang lalu
Infografis
Bos Meta Minta Maaf...
Bos Meta Minta Maaf ke Orangtua yang Anaknya Jadi Korban Medsos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved