Ahok Anggap Demo Metro Mini Ancaman untuk Warga Jakarta
Senin, 21 Desember 2015 - 09:46 WIB
Ahok Anggap Demo Metro Mini Ancaman untuk Warga Jakarta
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai demonstrasi yang dilakukan sopir dan pemilik Metro Mini sebagai bentuk ancaman. Orang nomor satu di Pemprov DKI Jakarta itu menganggap hal itu sebagai ancaman yang ditujukan bagi warga Jakarta.
"Ya silakan saja demo itukan namanya mengancam orang," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2015).
Ahok mencontohkan bagaimana Metro Mini menjadi ancaman namun tidak ingin memperbaiki untuk angkutan kota Jakarta yang lebih baik.
"Masih ingat enggak dulu kami mulai periksa uji KIR semua kita tangkap karena ada yang meninggal. Lalu mereka demo terus bakar Transjakarta," kata Ahok.
Ahok meminta agar Metro Mini diperbaiki armadanya dan sopir diberikan pelatihan. "Saya sudah tawarkan solusi, sopir Anda mau kita kasih 2-3,5 kali UMP. Mereka bilang PT-nya enggak bisa karena kepengurusan belum diputuskan oleh Kemenkumham," jelasnya.
Ahok menuturkan, tidak terlalu mempermasalahkan soal keberadaan PT." Siapa pun yang punya bus mau ikut kami kita terima. Mau dicap Transjakarta, mau dicap Kopaja, Kopami saya terima. Bilang iya iya iya tapi kenyataannya enggak," keluhnya.
"Ya silakan saja demo itukan namanya mengancam orang," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2015).
Ahok mencontohkan bagaimana Metro Mini menjadi ancaman namun tidak ingin memperbaiki untuk angkutan kota Jakarta yang lebih baik.
"Masih ingat enggak dulu kami mulai periksa uji KIR semua kita tangkap karena ada yang meninggal. Lalu mereka demo terus bakar Transjakarta," kata Ahok.
Ahok meminta agar Metro Mini diperbaiki armadanya dan sopir diberikan pelatihan. "Saya sudah tawarkan solusi, sopir Anda mau kita kasih 2-3,5 kali UMP. Mereka bilang PT-nya enggak bisa karena kepengurusan belum diputuskan oleh Kemenkumham," jelasnya.
Ahok menuturkan, tidak terlalu mempermasalahkan soal keberadaan PT." Siapa pun yang punya bus mau ikut kami kita terima. Mau dicap Transjakarta, mau dicap Kopaja, Kopami saya terima. Bilang iya iya iya tapi kenyataannya enggak," keluhnya.
(whb)