Pendamping Desa Rawan Penolakan Warga

Senin, 21 Desember 2015 - 02:14 WIB
Pendamping Desa Rawan...
Pendamping Desa Rawan Penolakan Warga
A A A
GUNUNGKIDUL - Upaya pemerintah pusat mengimplementasikan UU Desa lewat kehadiran pendamping desa rawan penolakan dari masyarakat.

Pihak desa beranggapan kehadiran pendamping desa hanya proyek besar yang masih belum jelas kualitas personilnya.

Kepala Desa Banyusoco Playen Sutiyono mengungkapkan, desa-desa memang awalnya sangat bergairah dalam menyongsong hadirnya payung hukum pengakuan terhadap Desa.

Namun demikian dalam pelaksanaannya, lambat laun menimbulkan proyek besar dengan hadirnya pendamping desa.

"Nah kita menjadi curiga dengan hadirnya pendamping desa dari Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ini," katanya.

Dijelaskannya, jika melihat UU No 6 tahun 2014 tentang Desa tersebut, memang diperlukan akselerasi bagi desa untuk menggeliat membangun.

Prakarsa warga dan keterlibatan warga menjadi hal yang sangat penting untuk menentukan arah pembangunan desa.Pendamping desa dalam kapasitas fasilitator memang sangat penting.
Namun tentu saja dibutuhkan pendamping yang benar-benar menguasai materi tentang desa. "Kita akan lihat, apakah merepotkan desa karena keterbatasan pengetahuan atau bisa diajak menjadi mitra membangun. Kalau hanya merepotkan kita akan tolak kehadirannya," tandasnya.

Menurutnya, pendamping desa harus memilik mental fasilitator. Apalagi dengan pola pendampingan yang akan dilakukan ke depan, satu fasilitator untuk empat desa.

"Bagaimana ini akan maksimal bekerja untuk mendorong desa menjadi mandiri dan demokratis. Jangan jangan hanya proyek saja untuk mengurangi pengangguran yang tidak jelas hasil yang diharapkan," beber Sutiyono.

Sementara, peneliti Institute for Research and Empowerment (IRE) Yogyakarta Titok Haryanto menyebutkan, saat ini banyak pihak yang khawatir dengan program pendamping desa dari Kemendes tersebut.

Hal ini lantaran pendamping desa memiliki peran sebagai pendorong keterlibatan semua kelompok masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

"Bagaimana bisa menciptakan aktor-aktor pembangunan di desa, dan tidak menempatkan diri di depan. Program ini harus beda dengan pendamping gaya PNPM Mandiri," tandasnya.

Menurutya, program pendampingan desa yang dilakukan pemerintah pusat idealnya tidak dipukul rata. Dia berasalan tidak semua desa butuh pendamping.

"Karena itu sebaiknya pemerintah pusat perlu melakukan assesment dulu sehingga terpetakan mana-mana desa yang membutuhkan pendamping dan mana yang tidak," ulasnya.

Menurutnya, untuk desa yang sudah maju dan aparatnya memiliki kemampuan baik dalam hal teknokrasi dan administrasi keuangan, keberadaan pendamping desa sebenarnya tidak diperlukan. "Bahkan memang bisa menjadi beban," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Tuntut Cabut PMK 81,...
Tuntut Cabut PMK 81, APDESI Gelar Aksi Unjuk Rasa di Jakarta
Desa Mallari Bone Jadi...
Desa Mallari Bone Jadi Pertama Salurkan BLT Dana Desa di Sulsel
Diduga Korupsi DD dan...
Diduga Korupsi DD dan ADD, Oknum Kades di Lampung Utara Ditahan Polisi
Ratusan Warga Demo Minta...
Ratusan Warga Demo Minta Pemdes Transparan Kelola Dana Desa
Prabowo Singgung Masalah...
Prabowo Singgung Masalah Dana Desa Tak Tersalurkan dengan Baik 1 Dekade Terakhir
Korupsi Dana Desa, Mantan...
Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Pedataran Dipenjara 5 Tahun
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
2 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
2 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
3 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
4 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
4 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
5 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved