Dishub DKI Cabut Izin Trayek 1.603 Metro Mini
Senin, 21 Desember 2015 - 00:19 WIB
Dishub DKI Cabut Izin Trayek 1.603 Metro Mini
A
A
A
JAKARTA - Dishub DKI mengaku telah mencabut ribuan izin trayek Metro Mini setelah berkoordinasi dengan PT Metro Mini. Dishub sendiri akan terus melakukan razia angkutan umum tak laik jalan ditengah ancaman mogok operasi Metro Mini.
Wakadishubtrans DKI Jakarta, Yani Wahyu Purwoko menilai ancaman yang dilakukan oleh sejumlah pemilik Metro Mini dengan mogok operasi tidak akan membuat Dishub kendor melakukan tindak tegas.
Sejauh ini, Yani melihat, masih banyak angkutan umum di DKI yang tidak layak masih beroperasi. Sekalipun dalam beberapa hari kemarin pihaknya melakukan operasi besar-besaran.
Yani mengaku sejak kemarin, sudah ada 1.603 izin trayek metro mini yang telah ditutup setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan PT Metro Mini.
"Jadi saya rasa, kalo mereka yang mau mempreteli sparepart, mungkin bagian dari yang trayek dicabut. Karena kami tidak akan melepaskan," tutur Yani, Minggu (20/12/2015).
Terpisah, Kasatlantas wilayah Jakarta Barat, Kompol Heri Omposungu tak menampik kondisi angkutan massal di Jakarta Barat sangat mengkhawatirkan.
Selain membahayakan penumpang, beberapa kasus kecelakaan yang melibatkan angkutan umum, juga terbukti, bahwa angkutan itu sangat membahayakan.
"Kebanyakan laka angkutan umum di Jakbar lantaran fisik mobil berupa rem blong, sementara sisanya karena human error, seperti tak dilengkapi SIM dan sopir mengantuk," jelasnya.
Untuk itu, Heri mengaku selain telah melakukan tindakan tegas berupa di jalan. Pihaknya juga melakukan sosialisasi di beberapa titik dengan menyebar spanduk peringatan.
Wakadishubtrans DKI Jakarta, Yani Wahyu Purwoko menilai ancaman yang dilakukan oleh sejumlah pemilik Metro Mini dengan mogok operasi tidak akan membuat Dishub kendor melakukan tindak tegas.
Sejauh ini, Yani melihat, masih banyak angkutan umum di DKI yang tidak layak masih beroperasi. Sekalipun dalam beberapa hari kemarin pihaknya melakukan operasi besar-besaran.
Yani mengaku sejak kemarin, sudah ada 1.603 izin trayek metro mini yang telah ditutup setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan PT Metro Mini.
"Jadi saya rasa, kalo mereka yang mau mempreteli sparepart, mungkin bagian dari yang trayek dicabut. Karena kami tidak akan melepaskan," tutur Yani, Minggu (20/12/2015).
Terpisah, Kasatlantas wilayah Jakarta Barat, Kompol Heri Omposungu tak menampik kondisi angkutan massal di Jakarta Barat sangat mengkhawatirkan.
Selain membahayakan penumpang, beberapa kasus kecelakaan yang melibatkan angkutan umum, juga terbukti, bahwa angkutan itu sangat membahayakan.
"Kebanyakan laka angkutan umum di Jakbar lantaran fisik mobil berupa rem blong, sementara sisanya karena human error, seperti tak dilengkapi SIM dan sopir mengantuk," jelasnya.
Untuk itu, Heri mengaku selain telah melakukan tindakan tegas berupa di jalan. Pihaknya juga melakukan sosialisasi di beberapa titik dengan menyebar spanduk peringatan.
(ysw)