Bau Menyengat Muncul di Sekitar Lokasi Semburan Gas di Depok

Minggu, 20 Desember 2015 - 08:16 WIB
Bau Menyengat Muncul...
Bau Menyengat Muncul di Sekitar Lokasi Semburan Gas di Depok
A A A
DEPOK - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok tidak hanya melakukan pengujian kandungan semburan gas yang muncul di kolam C Tempat Pembungan Akhir (TPA) Cipayung di RT 4 RW 6 Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung.

BLH juga membagikan masker gratis bagi warga di sekitar lokasi. Masker itu untuk menghindari warga dari bau menyengat seperti gas belerang tercium kuat sampai radius 200 – 300 meter area tersebut.

Lokasi semburan gas yang berbatasan langsung dengan permukiman warga di Kampung Benda Barat membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengambil langkah antisipasi. (Baca juga: Ledakan Semburan Gas Bikin Warga Depok Panik)

Kendati dipastikan tidak berbahaya, namun warga dikhawatirkan tidak biasa mencium aroma gas tersebut.

“Kami tetap bagikan masker gratis hari ini khusus di RT 004/06 saja dan Kampung Benda Barat. Seratusan warga mungkin ada. Mungkin kalau yang enggak biasa tetap pusing. Sambil menunggu tekanan gasnya berkurang,” ungkap Kasubdit Pengawasan Limbah Berbahaya dan Beracun Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, Indra Kusuma, Sabtu 19 Desember 2015.

BLH Kota Depok juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat terkait peristiwa semburan tersebut.

Lokasi semburan masih diawasi oleh petugas dan didatangi warga sekitar untuk melihat secara langsung.

“Ini semakin berkurang, kalau semalam gemuruhnya begitu besar seperti pompa air tetapi kencang sekali,” ungkap Indra.

Warga Kampung Benda Barat, Kasmin mengungkapkan semburan gas di lokasi area TPA sudah kali kedua terjadi.

Sebelumnya sempat terjadi kasus yang sama pada tahun 2002. Warga selalu mengeluhkan kualitas air yang keruh di area TPA Cipayung.

“Memang di sini enggak bisa gali sumur lebih dalam. Kan ini TPA sampah semua ada gasnya, jadi setiap mantek air di dalami selalu keluar gas. Pernah juga kayak begini tahun 2002 pas Wali Kota masih Badrul Kamal. Untungnya waktu itu berhenti. Ini mudah mudahan cepat surut,” tutur Kasmin.


PILIHAN:

Diduga Dianiaya Orangtua, Bayi Tujuh Bulan Dirawat di RS
(dam)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
Usia ke-21 Kota Depok,...
Usia ke-21 Kota Depok, Momentum Refleksi Diri
Berita Terkini
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
31 menit yang lalu
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
54 menit yang lalu
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
1 jam yang lalu
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
2 jam yang lalu
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
2 jam yang lalu
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
2 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved