Komplotan Perampok Dalam Angkot di Jakarta Digulung Polisi
Selasa, 15 Desember 2015 - 13:42 WIB
Komplotan Perampok Dalam Angkot di Jakarta Digulung Polisi
A
A
A
JAKARTA - Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur menangkap tiga dari lima orang pelaku perampokan di dalam angkutan umum. Komplotan ini telah lama menjadi target operasi kepolisian karena memanfaatkan angkot untuk menjerat para korban.
Tiga pelaku yang diringkus yakni, Benny Tambunan, Christian Tambunan dan Pernando Naibaho. Sedangkan dua pelaku lain yakni Pasaribu dan Ompong Sihombing masih dalam pengejaran petugas.
Kasubbag Humas Polres Jakarta Timur Kompol Husaima menjelaskan, ada tiga kasus penodongan yang dilakukan para pelaku dalam kurun dua bulan terakhir. Pertama, 5 November 2015 di Jalan Supriyadi, Ciracas, dengan korban Nurul (22).
Dari tangan korban, pelaku menggasak tiga unit ponsel, satu laptop, satu cincin emas berat 1,8 gram, dan uang tunai Rp600 ribu. Kasus kedua, pada 29 November 2015, di angkot M 01 dari depan Pasar Bali Mester Jatinegara ke arah Kampung Melayu.
Dalam aksinya kali ini pelaku merampas dua ponsel serta uang tunai Rp2 juta. Terakhirnya, pada 12 Desember 2016 di Jalan Slamet Riyadi korban bernama Yuliha Priatiningsih harus kehilangan cincin emas, ponsel, dan ATM BCA yang di dalamnya berisi uang Rp23 juta.
"Kami masih memburu para pelaku yang belum tertangkap. Mereka ini menggunakan mikrolet M01 dalam menjalankan aksinya," ucapnya.
Dari tangan para tersangka petugas menyita tiga angkutan umum yakni Mikrolet 01 A jurusan Kp Melayu -Senen dengan nopol B 1601 VT dan B 375 TV dan satu unit mobil angkutan umum (KWK) T 19 jurusan Depok-TMII B 2265 QO serta uang tunai sebesar Rp2.200.000 hasil perampokan.
Tiga pelaku yang diringkus yakni, Benny Tambunan, Christian Tambunan dan Pernando Naibaho. Sedangkan dua pelaku lain yakni Pasaribu dan Ompong Sihombing masih dalam pengejaran petugas.
Kasubbag Humas Polres Jakarta Timur Kompol Husaima menjelaskan, ada tiga kasus penodongan yang dilakukan para pelaku dalam kurun dua bulan terakhir. Pertama, 5 November 2015 di Jalan Supriyadi, Ciracas, dengan korban Nurul (22).
Dari tangan korban, pelaku menggasak tiga unit ponsel, satu laptop, satu cincin emas berat 1,8 gram, dan uang tunai Rp600 ribu. Kasus kedua, pada 29 November 2015, di angkot M 01 dari depan Pasar Bali Mester Jatinegara ke arah Kampung Melayu.
Dalam aksinya kali ini pelaku merampas dua ponsel serta uang tunai Rp2 juta. Terakhirnya, pada 12 Desember 2016 di Jalan Slamet Riyadi korban bernama Yuliha Priatiningsih harus kehilangan cincin emas, ponsel, dan ATM BCA yang di dalamnya berisi uang Rp23 juta.
"Kami masih memburu para pelaku yang belum tertangkap. Mereka ini menggunakan mikrolet M01 dalam menjalankan aksinya," ucapnya.
Dari tangan para tersangka petugas menyita tiga angkutan umum yakni Mikrolet 01 A jurusan Kp Melayu -Senen dengan nopol B 1601 VT dan B 375 TV dan satu unit mobil angkutan umum (KWK) T 19 jurusan Depok-TMII B 2265 QO serta uang tunai sebesar Rp2.200.000 hasil perampokan.
(whb)