Nada Tinggi, Taufik Tegur Ahok soal Anggaran Rp700 Miliar

Kamis, 10 Desember 2015 - 14:26 WIB
Nada Tinggi, Taufik...
Nada Tinggi, Taufik Tegur Ahok soal Anggaran Rp700 Miliar
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku salah paham soal anggaran siluman Rp700 miliar di Suku Dinas (Sudin) Tata Air. Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik dengan nada tinggi mengingatkan Ahok untuk tidak selalu curiga dengan bawahannya.

"Jadi ini kegiatan Sudin Tata Air dikembalikan lagi seperti semula ya, bukan dihilangin (anggarannya). Nanti bisa banjir terus Jakarta kalau anggarannya dihilangin terus‎, Pak Gubernur juga jangan salah sangka terus," kata Taufik dengan nada meninggi saat Rapat Banggar di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2015).

Setelah mendapat penjelasan yang benar, Ahok baru tahu kalau anggaran Rp700 miliar itu untuk pembangunan sheetpile atau dinding turap yang ada pada tiap Suku Dinas (Sudin) Tata Air. (Baca: Masukkan Anggaran Siluman Rp700 M, Ahok: Berani Banget!)

Ahok melihat pembangunan ini agar dapat digabung menjadi lelang konsolidasi. Lelang konsolidasi yang dimaksud Ahok yaitu lelang digabung namun pada kontrak tetap satu-satu tidak digabung.

Namun, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mempersepsikan lain dengan penggabungan anggaran membuat nomenklatur baru.

Sehingga seperti anggaran Rp700 miliar tersebut adalah anggaran siluman yang diduga Ahok dan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Bestari Barus yang melaporkan kepada mantan politikus Gerindra itu.

"Saya suudzon (berpikiran negatif) saja nih, Pak Taufik. DPRD menginformasikan ada kecurigaan anggaran bertambah, padahal kami sepakat tidak boleh ada anggaran di luar RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah)," kata Ahok.

Lebih lanjut, Ahok saat mengikuti rapat Banggar DPRD DKI menemukan anggaran pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi anak-anak di pos Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil KUA-PPAS 2016.

Namun setelah mendapat penjelasan, bahwa kegiatan itu merupakan instruksi Kementerian Dalam Negeri, Ahok akhirnya menerimanya.

"Untuk yang lain, enggak ada toleransi. Pembahasan Banggar ini, saya jadi tahu mana (pejabat) yang agak pintar atau agak bodoh dan bisa jadi evaluasi untuk ganti pejabat DKI," kata Ahok.

PILIHAN:

Ini Kronologi Driver Go-Jek Ditikam di Sunter Mall

Dua Kota Tetangga Ini Kembalikan Dana Hibah dari Ahok
(ysw)
Berita Terkait
Serapan Anggaran Dinas...
Serapan Anggaran Dinas PPKUKM DKI Tembus 96,88 Persen
Anggaran Bansos Corona...
Anggaran Bansos Corona DKI Jakarta Diambil dari APBD
APBD DKI Jakarta 2024...
APBD DKI Jakarta 2024 Diperkirakan Rp81,58 Triliun
APBD 2023 DKI Jakarta...
APBD 2023 DKI Jakarta Ditarget Rampung Akhir November
DPRD dan Pemprov DKI...
DPRD dan Pemprov DKI Sepakati KUA-PPAS APBD 2022
Dibahas di Puncak, APBD...
Dibahas di Puncak, APBD Perubahan DKI Akan Disahkan 13 November 2020
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
3 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
3 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved