Pemuda Ini Nekat Nyamar Jadi Polisi Hanya untuk Gagah-gagahan
Sabtu, 05 Desember 2015 - 07:08 WIB
Pemuda Ini Nekat Nyamar Jadi Polisi Hanya untuk Gagah-gagahan
A
A
A
PERBAUNGAN - Niko Yulanda (24) warga Perbaungan diamankan di Mako Polres Serdangbedagai (Sergai), di Sei Rampah karena nekat menyamar sebagai anggota polisi.
"Dia ditangkap di SPBU Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan, Kamis malam, 3 Desember. Tentunya saat ini diamankan guna penyidikan," ungkap Kasubag Humas Polres Sergai AKP Jasmoro, di Sei Rampah, Jumat, (4/12/2015)
Ketika itu, pelaku yang sedang bertengkar dengan seseorang memancing petugas patroli untuk melerai.
Karena melihat Niko berpakaian seragam lengkap layaknya anggota provost dengan pangkat Brigadir, maka sang petugas berinisiatif agar keributan ini diselesaikan di Mapolsek Perbaungan, yang jaraknya tak jauh dari lokasi.
Awalnya Kanit Polsek Perbaungan Ipda Syamsul, selaku mediator sempat ciut, apalagi seragam yang dikenakan lengkap dengan lambang Provost. Ditambah lagi keberadaan selembar KTA dengan tugas di Poldasu.
Namun ketika dikonfirmasi, ternyata pihak Polda Sumut membantah adanya anggota provost yang bernama Niko.
Langsung saja pelaku diamankan. Apalagi saat itu dia memegang air shoftgun lengkap dengan pelurunya. Malam itu juga pelaku segera digelandang ke Propam Polres Sergai, di Sei Rampah.
Dalam pemeriksaan, Niko mengakui dia nekat memakai baju seragam polisi karena terobsesi. Namun dia membantah aksinya itu merugikan orang banyak.
Hanya saja, pakaian yang dijahitnya tersebut selalu dipakai bila ada masalah dengan orang. “Gimana ya, kalau pakai baju ini kesannya gagah, dan orang pada takut saja,” katanya.
"Dia ditangkap di SPBU Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan, Kamis malam, 3 Desember. Tentunya saat ini diamankan guna penyidikan," ungkap Kasubag Humas Polres Sergai AKP Jasmoro, di Sei Rampah, Jumat, (4/12/2015)
Ketika itu, pelaku yang sedang bertengkar dengan seseorang memancing petugas patroli untuk melerai.
Karena melihat Niko berpakaian seragam lengkap layaknya anggota provost dengan pangkat Brigadir, maka sang petugas berinisiatif agar keributan ini diselesaikan di Mapolsek Perbaungan, yang jaraknya tak jauh dari lokasi.
Awalnya Kanit Polsek Perbaungan Ipda Syamsul, selaku mediator sempat ciut, apalagi seragam yang dikenakan lengkap dengan lambang Provost. Ditambah lagi keberadaan selembar KTA dengan tugas di Poldasu.
Namun ketika dikonfirmasi, ternyata pihak Polda Sumut membantah adanya anggota provost yang bernama Niko.
Langsung saja pelaku diamankan. Apalagi saat itu dia memegang air shoftgun lengkap dengan pelurunya. Malam itu juga pelaku segera digelandang ke Propam Polres Sergai, di Sei Rampah.
Dalam pemeriksaan, Niko mengakui dia nekat memakai baju seragam polisi karena terobsesi. Namun dia membantah aksinya itu merugikan orang banyak.
Hanya saja, pakaian yang dijahitnya tersebut selalu dipakai bila ada masalah dengan orang. “Gimana ya, kalau pakai baju ini kesannya gagah, dan orang pada takut saja,” katanya.
(sms)