Wajib Setor Rp30 Ribu ke Bos, Pengedar Kotak Amal Palsu Ditangkap
Kamis, 03 Desember 2015 - 14:27 WIB
Wajib Setor Rp30 Ribu ke Bos, Pengedar Kotak Amal Palsu Ditangkap
A
A
A
JAKARTA - Satgas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Sudin Sosial Jakarta Pusat mengamankan Eriyadi (35) yang sedang mengedarkan kotak amal bertuliskan 'infak sodakoh'. Petugas menangkap Eriyadi karena disinyalir itu merupakan modus penipuan.
Kepala Seksi Rehsos Sudin Sosial Jakarta Pusat Isra mengatakan, Eriyadi ditangkap di Pasar Thamrin Tanah Abang saat sedang mengedarkan kotak amal tersebut. "Ini aneh biasanya kotak amal itu kan untuk pembangunan masjid, pesantren, musala, yayasan yatim piatu, penyandang disabilitas. Tapi ini hanya kotak berwarna hijau dengan tulisan 'infak sodakoh'. Ini jelas-jelas penipuan", kata Isra kepada wartawan, Kamis (3/12/2015).
Ketika diperiksa petugas, Eriyadi mengaku sudah menjalankan pengumpulan uang ini dengan modus kotak amal sejak tahun 2001. Eriyadi tidak sendiri, masih ada puluhan rekannya yang bekerja seperti itu.
Menurut Isra, Eriyadi bersama sekitar 96 orang temannya dikendalikan seorang bos bernama Sri. Mereka pun juga
diasramakan di Jalan Angke Indah I, RT11 Rw 01, Jakarta Barat.
"Dalam sehari Eriyadi bisa mendapatkan penghasilan Rp100-150.000. Jadi, Eriyadi ini harus setor ke Sri sebesar Rp30.000. Sisanya diambil untuk Eriyadi," ujarnya.Isra meminta kepada masyarakat untuk memberikan infak dan sedekah ke lembaga-lembaga resmi.
Kepala Seksi Rehsos Sudin Sosial Jakarta Pusat Isra mengatakan, Eriyadi ditangkap di Pasar Thamrin Tanah Abang saat sedang mengedarkan kotak amal tersebut. "Ini aneh biasanya kotak amal itu kan untuk pembangunan masjid, pesantren, musala, yayasan yatim piatu, penyandang disabilitas. Tapi ini hanya kotak berwarna hijau dengan tulisan 'infak sodakoh'. Ini jelas-jelas penipuan", kata Isra kepada wartawan, Kamis (3/12/2015).
Ketika diperiksa petugas, Eriyadi mengaku sudah menjalankan pengumpulan uang ini dengan modus kotak amal sejak tahun 2001. Eriyadi tidak sendiri, masih ada puluhan rekannya yang bekerja seperti itu.
Menurut Isra, Eriyadi bersama sekitar 96 orang temannya dikendalikan seorang bos bernama Sri. Mereka pun juga
diasramakan di Jalan Angke Indah I, RT11 Rw 01, Jakarta Barat.
"Dalam sehari Eriyadi bisa mendapatkan penghasilan Rp100-150.000. Jadi, Eriyadi ini harus setor ke Sri sebesar Rp30.000. Sisanya diambil untuk Eriyadi," ujarnya.Isra meminta kepada masyarakat untuk memberikan infak dan sedekah ke lembaga-lembaga resmi.
(whb)