Kasus UPS, Haji Lulung: Lasro Itu Biang Kerok
Senin, 30 November 2015 - 22:28 WIB
Kasus UPS, Haji Lulung: Lasro Itu Biang Kerok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana menyebut Lasro Marbun sebagai akar masalah dalam kasus pengadaan uninterruptible power supply (UPS) 2014. Karena, saat itu Lasro menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Bahkan, pria yang biasa disapa Haji Lulung ini menduga, ada aktor lain di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ketika dijabat Andi Baso.
"Pasti ada oknum, oknum itu enggak berani dong kecuali enggak ada aktornya. Makanya ketika saya pulang dari Bareskrim saya katakan ini biang keroknya Lasro, cuma itu saja saya bilang," ujar Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (30/11/2015).
Lebih lanjut, Lulung mengatakan, pencopotan Lasro Marbun dan Andi Baso diduga berawal dari pernyataannya saat memberikan keterangan terakhir di Mabes Polri. Dia juga menilai, pencopotan itu sudah sepantasnya.
"Itu kan gara-gara saya, gara-gara saya terakhir diperiksa. Saya katakan kalau UPS itu anggaran siluman, kenapa dilegalkan dengan cara dilelang?" kata politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Lebih lanjut, Lulung menyebut peran anggota DPRD tidak banyak seperti eksekutif. Karena proses pengadaan ada pada suku dinas, dinas provinsi tingkat, Bappeda, BPKAD, bahkan Gubernur.
"Apa sih jagonya DPRD? Kan DPRD enggak bisa menginput. Bagian menginput kan Bappeda, berarti di Bappeda oknum yang menomorkan rekening siapa? BPKAD. Berarti ada oknum. Oknumnya berani enggak lakuin semua itu? Enggak berani, kecuali ada aktornya. Aktornya siapa? Lasro, saya kasih tahu kemarin," bebernya.
PILIHAN:
Ikan Berukuran Dua Meter Ditemukan Terdampar di Sungai Ciliwung
Bahkan, pria yang biasa disapa Haji Lulung ini menduga, ada aktor lain di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ketika dijabat Andi Baso.
"Pasti ada oknum, oknum itu enggak berani dong kecuali enggak ada aktornya. Makanya ketika saya pulang dari Bareskrim saya katakan ini biang keroknya Lasro, cuma itu saja saya bilang," ujar Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (30/11/2015).
Lebih lanjut, Lulung mengatakan, pencopotan Lasro Marbun dan Andi Baso diduga berawal dari pernyataannya saat memberikan keterangan terakhir di Mabes Polri. Dia juga menilai, pencopotan itu sudah sepantasnya.
"Itu kan gara-gara saya, gara-gara saya terakhir diperiksa. Saya katakan kalau UPS itu anggaran siluman, kenapa dilegalkan dengan cara dilelang?" kata politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Lebih lanjut, Lulung menyebut peran anggota DPRD tidak banyak seperti eksekutif. Karena proses pengadaan ada pada suku dinas, dinas provinsi tingkat, Bappeda, BPKAD, bahkan Gubernur.
"Apa sih jagonya DPRD? Kan DPRD enggak bisa menginput. Bagian menginput kan Bappeda, berarti di Bappeda oknum yang menomorkan rekening siapa? BPKAD. Berarti ada oknum. Oknumnya berani enggak lakuin semua itu? Enggak berani, kecuali ada aktornya. Aktornya siapa? Lasro, saya kasih tahu kemarin," bebernya.
PILIHAN:
Ikan Berukuran Dua Meter Ditemukan Terdampar di Sungai Ciliwung
(mhd)