Ada Bercak Darah, Wintarno Ditemukan Tewas dalam Kampus
Senin, 30 November 2015 - 13:32 WIB
Ada Bercak Darah, Wintarno Ditemukan Tewas dalam Kampus
A
A
A
BANTUL - Wintarno, warga Dusun Samben, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, ditemukan meninggal di tempat kerjanya Kampus Akademi Komunikasi Radya Binatama (AKRB).
Laki-laki yang telah bekerja selama 10 tahun di kampus yang terletak di Jalan Janti, Kecamatan Banguntapan, ini pertama kali diketahui meninggal oleh teman kerjanya.
Menurut keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, darah berceceran di beberapa bagian. Namun hingga berita ini diturunkan, belum dipastikan penyebab meninggalnya korban.
Polisi masih melakukan identifikasi di lokasi kejadian. Jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian korban.
Istofik, adik korban yang baru saja datang ke lokasi kejadian mengaku, mendapat khabar saudaranya meninggal dari rekan kerja korban. Begitu mendengar berita kakaknya meninggal, dia langsung menuju ke lokasi kejadian.
Sampai di lokasi dia belum mengetahui secara persis bagaimana keadaan kakaknya yang habis pulang kampung tersebut. “Saya belum tahu keadaannya bagaimana. Wong saya belum diperkenankan masuk,” tuturnya, Senin (30/11/2015).
Istofik menuturkan, kakaknya sudah bekerja di kampus tersebut 10 tahun. Korban sebenarnya baru sampai di kampus Minggu 29 November 2015 malam, setelah akhir pekan lalu pulang ke kampung halamannya.
Saat datang ke kampus sepulang dari rumahnya, korban diantarkan oleh kakaknya yang lain. Saat diantar, tak ada firasat apapun yang dirasakan oleh keluarga korban karena perilaku korban masih normal dan biasa-biasa saja.
Dia kaget mendengar kalau kakaknya meninggal dunia setelah ditelepon oleh rekan kerja korban. Jenazah korban ditemukan oleh salah seorang pegawai kampus yang hendak masuk ke kampus Senin pagi. “Tidak ada pesan khusus ke keluarga,” tukasnya.
Laki-laki yang telah bekerja selama 10 tahun di kampus yang terletak di Jalan Janti, Kecamatan Banguntapan, ini pertama kali diketahui meninggal oleh teman kerjanya.
Menurut keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, darah berceceran di beberapa bagian. Namun hingga berita ini diturunkan, belum dipastikan penyebab meninggalnya korban.
Polisi masih melakukan identifikasi di lokasi kejadian. Jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian korban.
Istofik, adik korban yang baru saja datang ke lokasi kejadian mengaku, mendapat khabar saudaranya meninggal dari rekan kerja korban. Begitu mendengar berita kakaknya meninggal, dia langsung menuju ke lokasi kejadian.
Sampai di lokasi dia belum mengetahui secara persis bagaimana keadaan kakaknya yang habis pulang kampung tersebut. “Saya belum tahu keadaannya bagaimana. Wong saya belum diperkenankan masuk,” tuturnya, Senin (30/11/2015).
Istofik menuturkan, kakaknya sudah bekerja di kampus tersebut 10 tahun. Korban sebenarnya baru sampai di kampus Minggu 29 November 2015 malam, setelah akhir pekan lalu pulang ke kampung halamannya.
Saat datang ke kampus sepulang dari rumahnya, korban diantarkan oleh kakaknya yang lain. Saat diantar, tak ada firasat apapun yang dirasakan oleh keluarga korban karena perilaku korban masih normal dan biasa-biasa saja.
Dia kaget mendengar kalau kakaknya meninggal dunia setelah ditelepon oleh rekan kerja korban. Jenazah korban ditemukan oleh salah seorang pegawai kampus yang hendak masuk ke kampus Senin pagi. “Tidak ada pesan khusus ke keluarga,” tukasnya.
(san)