Temui Ahok, Wali Kota Bekasi Minta Dana Hibah Rp2 Triliun
Rabu, 25 November 2015 - 20:23 WIB
Temui Ahok, Wali Kota Bekasi Minta Dana Hibah Rp2 Triliun
A
A
A
JAKARTA - Pemkot Bekasi mengajukan usulan dana hibah ke Pemprov DKI Jakarta hampir mencapai Rp2 triliun. Kota Bekasi berharap usulan anggaran tersebut dapat disetujui DKI melalup APBD 2016 mendatang.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menerangkan, salah satu pembicaraan yang dilakukannya dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ialah soal usulan dana hibah hampir sekitar Rp2 triliun. "Banyak yang kami bicarakan dengan Pak Gubernur, salah satunya dana kemitraan. Kan Bekasi dan DKI mau mengelola bareng nih TPST Bantar Gebang. Adendum itu kita usulkan Rp1 triliun. Sedangkan dana kemitraan untuk pendidkan, kesehatan juga sekitar Rp1 triliun. Kalau disetujui Rp2 triliun ya Alhamdulillah," terang pria yang akrab disapa Bang Pepen itu di Balai Kota DKI, Rabu (25/11/2015).
Pepen menuturkan, untuk mengoptimalkan pembuangan sampah ke TPST Bantar Gebang, ada beberapa yang harus diperbaiki. Pertama jam operasional tentunya karena punya kepentingan nasional.
Kedua, mempersiapkan rute tambahan yang tentunya membutuhkan sinergitas dengan DKI. Selain itu, kata Pepen, selama ini ada kewajiban DKI yang kurang terselesaikan, di antaranya yaitu kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan sebagainya.
"Intinya pengelolaan sampah itu kan yang penting bukan menumpuk deposit. Artinya sampah semakin hari itu berkurang bukan bertambah," jelasnya.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menerangkan, salah satu pembicaraan yang dilakukannya dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ialah soal usulan dana hibah hampir sekitar Rp2 triliun. "Banyak yang kami bicarakan dengan Pak Gubernur, salah satunya dana kemitraan. Kan Bekasi dan DKI mau mengelola bareng nih TPST Bantar Gebang. Adendum itu kita usulkan Rp1 triliun. Sedangkan dana kemitraan untuk pendidkan, kesehatan juga sekitar Rp1 triliun. Kalau disetujui Rp2 triliun ya Alhamdulillah," terang pria yang akrab disapa Bang Pepen itu di Balai Kota DKI, Rabu (25/11/2015).
Pepen menuturkan, untuk mengoptimalkan pembuangan sampah ke TPST Bantar Gebang, ada beberapa yang harus diperbaiki. Pertama jam operasional tentunya karena punya kepentingan nasional.
Kedua, mempersiapkan rute tambahan yang tentunya membutuhkan sinergitas dengan DKI. Selain itu, kata Pepen, selama ini ada kewajiban DKI yang kurang terselesaikan, di antaranya yaitu kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan sebagainya.
"Intinya pengelolaan sampah itu kan yang penting bukan menumpuk deposit. Artinya sampah semakin hari itu berkurang bukan bertambah," jelasnya.
(whb)