Laporan Dugaan Malapraktik, Polda Geledah RS Awal Bros

Senin, 23 November 2015 - 19:37 WIB
Laporan Dugaan Malapraktik,...
Laporan Dugaan Malapraktik, Polda Geledah RS Awal Bros
A A A
BEKASI - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di RS Awal Bros, Kota Bekasi. Penggeledahan berkaitan dengan laporan orang tua pasien yang meninggal dunia pada 1 November 2015 lalu.

Penyidik yang berjumlah sekitar 15 orang tampak berada di rumah sakit tersebut sejak pukul 13.00 WIB. Sekitar pukul 15.30 WIB penyidik baru melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan rumah sakit swasta itu. S

”Baru mulai melakukan penggeledahan,” kata seorang penyidik dari Dirkirimsus kepada wartawan di lokasi penggeledahan, Senin (23/11/2015).

Sebelumnya, keluarga pasien meninggal dunia, Ibrahim Blegur melaporkan dugaan kasus kesalahaan prosedur ke Mapolda Metro Jaya pada 12 November lalu. Pelaporan itu, karena pihak rumah sakit tak kunjung memberikan penjelasan mengenai kematian anaknya, Falya Raafani Blegur (1) yang diduga penuh kejanggalan.

Pengacara keluarga Ibrahim Blegur, Mohammad Ihsan mengatakan, laporan ini terkait dugaan kelalaian yang mengakibatkan Falya meninggal dunia. Falya dibawa ke RS Awal Bros karena mengalami gangguan pencernaan.

Setelah mendapat perawatan, kondisinya mulai membaik dan bisa tertawa. Sehari kemudian, setelah mendapat obat antibiotik, kesehatannya menurun drastis. Badannya dingin dan bengkak.
Selain itu, perut bocah itu terlihat buncit dan terdapat bercak merah, mulutnya keluar busa hingga meninggal dunia. Keluarga telah melayangkan somasi kepada manajemen rumah sakit.

Dalam somasi itu Ibrahim menuntut kepada manajemen untuk memberi penjelasan kepada keluarga. Namun, hingga kini belum juga ada penjelasan. Petugas informasi di rumah sakit tersebut mengaku tak tahu terkait penggeledahan dan memilih bungkam dan enggan komentar kepada wartawan.

Manager marketing RS Awal Bros Yadi Haryadi mengatakan, belum dapat memberikan informasi apa-apa, karena masih dalam proses.”Kalau prosesnya selesai, pasti kami sampaikan ke media juga, ini masih dalam proses hukum,” katanya singkat.
(whb)
Berita Terkait
Kasus Bocah Meninggal...
Kasus Bocah Meninggal Dunia di RS Kartika Husada Berakhir Damai
Kronologi Jari Bayi...
Kronologi Jari Bayi Putus Digunting Perawat di RS Palembang
Setahun Menanti, Bayi...
Setahun Menanti, Bayi 13 Bulan Diduga Korban Malapraktik Tak Kunjung Dapat Keadilan
Astaga! Jari Kelingking...
Astaga! Jari Kelingking Bayi 7 Bulan Dipotong Perawat hingga Putus
Jari Bayi Dipotong Perawat,...
Jari Bayi Dipotong Perawat, DPRD Panggil RS Muhammadiyah Palembang
Jari Bayi Putus Dipotong...
Jari Bayi Putus Dipotong Gunting, Perawat D Diperiksa Polisi
Berita Terkini
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
35 menit yang lalu
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
1 jam yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
3 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
4 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
4 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
5 jam yang lalu
Infografis
7 Fakta Pulau Pedofil...
7 Fakta Pulau Pedofil Jeffrey Epstein: Kuil Misterius hingga Dugaan Kejahatan Seksual
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved