Antisipasi Kecelakaan, Dishubtrans DKI Bangun JPO di Depan LIPIA
Sabtu, 21 November 2015 - 04:21 WIB
Antisipasi Kecelakaan, Dishubtrans DKI Bangun JPO di Depan LIPIA
A
A
A
JAKARTA - Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta akan membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Warung Jati Barat, depan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) menuju Mal Pejaten Village, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Pembangunan JPO itu guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang menimpa pejalan kaki saat menyeberangi jalur khusus busway.
"Itu memang salah satu dari 26 JPO yang kami usulkan untuk dibangun oleh kewajiban pengembang," ujar Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah di Jakarta, Jumat 20 November 2015.
Dia memastikan, pembangunan JPO di depan Gedung LIPIA itu akan dikerjakan mulai tahun depan. Pembangunan JPO itu juga akan dibiayai oleh pengembang.
"Tahun depan dibangun. Kalau mau pakai anggaran kan kelamaan. Itu kan kewajiban pengembang sudah, begitu saja," ujarnya.
Sebelumnya, kecelakaan menimpa mahasiswi LIPIA bernama Annisa Sholihah (22) warga Cileungsi, Bogor. Dia tewas setelah ditabrak bus Transjakarta saat hendak menyeberang usai mengikuti perkuliahan di kampusnya.
Warga pun meminta agar pemerintah segera menyediakan JPO dan menutup zebra cross yang kerap merenggut nyawa pejalan kaki itu.
Pembangunan JPO itu guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang menimpa pejalan kaki saat menyeberangi jalur khusus busway.
"Itu memang salah satu dari 26 JPO yang kami usulkan untuk dibangun oleh kewajiban pengembang," ujar Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah di Jakarta, Jumat 20 November 2015.
Dia memastikan, pembangunan JPO di depan Gedung LIPIA itu akan dikerjakan mulai tahun depan. Pembangunan JPO itu juga akan dibiayai oleh pengembang.
"Tahun depan dibangun. Kalau mau pakai anggaran kan kelamaan. Itu kan kewajiban pengembang sudah, begitu saja," ujarnya.
Sebelumnya, kecelakaan menimpa mahasiswi LIPIA bernama Annisa Sholihah (22) warga Cileungsi, Bogor. Dia tewas setelah ditabrak bus Transjakarta saat hendak menyeberang usai mengikuti perkuliahan di kampusnya.
Warga pun meminta agar pemerintah segera menyediakan JPO dan menutup zebra cross yang kerap merenggut nyawa pejalan kaki itu.
(mhd)