Butuh Biaya Berobat Anak, Ayah Otaki Perampokan

Kamis, 12 November 2015 - 03:10 WIB
Butuh Biaya Berobat...
Butuh Biaya Berobat Anak, Ayah Otaki Perampokan
A A A
BANDUNG - Seorang pria, AR (37) menjadi otak perampokan dan pembunuhan terhadap sopir mobil roti, Yanto (37) di fly over dekat pintu keluar Tol Cikedung, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Aksi itu dilakukan untuk memenuni biaya pengobatan anaknya yang sakit leukimia.

Kejadian bermula saat warga digegerkan dengan penemuan jasad Yanto yang penuh luka lebam dan patah tulang dalam mobil box D 8759 VM yang mengangkut roti, Minggu 1 November 2015 sekira pukul 03.00 WIB.

Saat itu Yanto tewas dalam posisi leher terikat handuk. Tangan dan kaki juga terikat sabuk. Dari hasil penyelidikan, Satreskrim Polres Indramayu dan Sudbit Jatanras Ditreskrimum Polda Jabar mengendus salah seorang pelaku yakni AR yang tak lain adalah teman kerja korban.

Dalam penyergapan pertama polisi menangkap AR bersama satu temannya ACG (29) di Kabupaten Bandung. Sementara dua pelaku lain, M (50) dan S (31) masih dalam pengejaran.

"Otak pelaku dalam kasus ini adalah AR yang juga teman kerja korban. Karena saling mengenal, dalam melakukan aksinya keempat pelaku memakai penutup wajah," jelas Kasatreskrim Polres Indramayu AKP Niko N Adiputra dalam pesan singkat yang diterima, Rabu (11/11/2015).

Dalam penyelidikan terungkap AR tega melakukan perampokan yang berakibat pada kematian korban tersebut karena terdesak kebutuhan ekonomi untuk mengobati anaknya yang sakit leukemia dan harus berobat setiap bulan dengan biaya Rp1,2 juta.

AR yang saat itu kalap langsung terpikir untuk melakukan perampokan dengan mengajak ayah tirinya, M, dan dua temannya ACG juga S.

"Modusnya mereka ini menggunakan mobil sewaan memepet korban. Lalu memukuli dan menginjak korban. Korban yang sudah sekarat dibawa ke dalam mobil pelaku, sementara mobil korban dibawa oleh pelaku lain dan di lokasi ditemukan, korban kembali dimasukkan ke mobilnya," bebernya.

Seusai melakukan hal tersebut, keempat pelaku pun membawa kabur uang Rp18,2 juta yang merupakan uang setoran untuk perusahaan tempat korban bekerja. Sebagai otak pelaku, AR pun mendapat bagian paling besar.

"Penyelidikan sementara mereka ini memang spesialis perampokan dengan modus serupa. Terhitung sudah tujuh kali mereka seperti ini," ucapnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana mengenai pencurian dengan kekerasan yang ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara.

PILIHAN:

Polwan Cantik Ini Semangat Berlatih Voli
(zik)
Berita Terkait
Ini Tampang 3 Perampok...
Ini Tampang 3 Perampok Bersenpi di Cilacap saat Dihadirkan di Polda Jateng
Pembunuhan di Semarang...
Pembunuhan di Semarang Berhasil Diungkap, Motifnya Perampokan
Perampok Sadis Beraksi...
Perampok Sadis Beraksi di Bone, Pemilik Kios Dibunuh
Polisi Ringkus Pembunuh...
Polisi Ringkus Pembunuh yang Mayatnya Ditemukan di Setu
Misteri Pembunuhan Gadis...
Misteri Pembunuhan Gadis Dalam Kolam Terungkap, Ini Pelaku dan Motifnya
Rampok dan Bunuh Mahasiswi,...
Rampok dan Bunuh Mahasiswi, Pedagang Asongan Tewas Ditembak Polisi
Berita Terkini
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
4 jam yang lalu
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
7 jam yang lalu
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
8 jam yang lalu
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
8 jam yang lalu
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
9 jam yang lalu
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
10 jam yang lalu
Infografis
Rp708 Juta per Jam,...
Rp708 Juta per Jam, Biaya Operasional F-35 Israel Sekali Terbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved