Ibu dan Anak Tewas Tertabrak KA Bima di Perlintasan Tanpa Pintu

Selasa, 10 November 2015 - 19:55 WIB
Ibu dan Anak Tewas Tertabrak...
Ibu dan Anak Tewas Tertabrak KA Bima di Perlintasan Tanpa Pintu
A A A
SIDOARJO - Novita Rizki (33) dan anaknya Dwi Novanka (13) tewas ditabrak Kereta Api (KA) Bima di perlintasan KA tanpa palang pintu di Desa Kramat Jegu, Kecamatan Taman .

Kejadian nahas itu bermula ketika Dwi Novanka dan ibunya Novita Rizki baru pulang dari pasar, Selasa (10/11/2015).

Sampai di perlintasan rel KA tanpa palang pintu, keduanya tidak menyadari jika ada KA Bima melaju dari arah barat menuju Surabaya.

Saat motor yang dikendarai berada diatas rel, tabrakan tak terhindarkan. Motor dan kedua korban terseret sampai sejauh 200 meter.

"Keduanya terlempar cukup jauh dari lokasi palang pintu," ujar Rizal, saksi mata yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian.

Ibu dan anak yang tinggal di Perum Jaya Anugrah Blok P No 22, Desa Kramat Jegu, Taman itu terlepas dari motor dan mengalami luka parah. Warga yang mengetahui kejadian ini langsung memberi pertolongan.

Namun, kedua korban sudah meninggal dunia di lokasi kejadian. "Dwi Novanka baru ulang tahun. Kasihan jadi korban tertabrak KA," jelas Rizal.

Menurut Rizal, siswi SMPN 1 Taman ini setelah ikut ibunya ke pasar rencananya akan berangkat sekolah. Kebiasaan tiap hari memang sering ibunya ke pasar.

Warga bersama polisi kemudian mengevakuasi kedua jenazah korban ke RS Siti Khadijah. "Korban mungkin tidak mendengar ketika diperingatkan pengendara lainnya agar tidak lewat dulu," ujar Aiptu Sulis, anggota Polsek Taman yang datang ke lokasi.

Perlintasan rel KA tanpa palang pintu itu sebenarnya dijaga oleh warga secara sukarela. Meski demikian, di rel KA itu sering terjadi kecelakaan.

Bahkan, dalam sebulan terakhir sudah ada tiga kejadian kecelakaan. Pertama warga yang melintas dan tertabrak rel, kemudian ada warga yang bunuh diri dan terakhir Dwi Novanka dan ibunya.

Warga sebenarnya sudah minta agar PT KAI memasang palang pintu di lokasi itu. Namun, sampai saat ini belum juga direalisasikan.

Padahal, perlintasan rel KA tanpa palang pintu di Kramat Jegu itu rawan kecelakaan. "Sudah sering terjadi tabrakan di rel itu.Tapi kok belum dipasang palang pintu ya. Kami khawatir akan ada kecelakaan lagi," tandas Daryanto, warga yang sering melintas di rel tersebut.
(sms)
Berita Terkait
3 Alasan Mengapa Kereta...
3 Alasan Mengapa Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak Menurut KAI
Deretan Kecelakaan Kereta...
Deretan Kecelakaan Kereta Api Terburuk dalam Sejarah, Nomor 5 Paling Tragis
10 Kereta Api Tercepat...
10 Kereta Api Tercepat di Dunia, Nomor 1 Melaju 460 Km/Jam
Kereta Tabrak Bus di...
Kereta Tabrak Bus di Thailand, 8 Orang Tewas
Dampak Banjir, Seluruh...
Dampak Banjir, Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh dan Lokal Kembali Dibatalkan Hari ini
Pembebasan Lahan Rel...
Pembebasan Lahan Rel Kereta Api di Pangkep Ditarget Rampung 2 Bulan
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
5 jam yang lalu
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
6 jam yang lalu
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
6 jam yang lalu
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
6 jam yang lalu
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
7 jam yang lalu
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
7 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved