Warga Taman Perwira Tak Menyangka Ada Pabrik Ekstasi di Tempatnya
Rabu, 04 November 2015 - 00:03 WIB
Warga Taman Perwira Tak Menyangka Ada Pabrik Ekstasi di Tempatnya
A
A
A
MEDAN - Hendra (48) seorang warga sekitar Perumahan Taman Perwira Indah (TPI) tempat penggerebekan pabrik ekstasi mengaku, sejak tinggal bertetangga dengan kedua tersangka dirinya tidak pernah merasa curiga mereka anggota sindikat narkoba. (Baca: Gerebek Pabrik Ekstasi Polisi Sita Narkoba Rp50 Miliar).
Sebab, selama ini penghuni rumah itu sangat jarang berkomunikasi dengan para tetangganya. Sehingga, tidak mengetahui apa aktivitas keduanya di dalam rumah yang diduga milik warga Tanjung Balai tersebut.
“Kalau tidak salah, yang ditangkap itu anaknya pemilik rumah. Sebab, orangtuanya selama ini tinggal di Tanjung Balai, sedangkan kedua orangtuanya jarang kali datang kesini (lokasi penyergapan),” kata dia, Selasa (3/11/2015).
Menurut dia, sebelum disergap Polisi, teman-teman tersangka itu memang sering datang dengan mengendarai mobil.
Begitu juga dengan sejumlah wanita yang datang kerumah itu namun tidak pernah bertegur sapa dengan warga sekitar.
“Banyak juga tamu mereka (tersangka) datang ke rumah itu, baik laki-laki maupun wanita, tetapi satupun diantara mereka tak ada yang mau bertegur sapa dengan kami warga disini,” ujarnya yang langsung diamini warga lainnya namun enggan untuk menyebutkan namanya.
“Betul itu bang, mereka selama ini ibarat orang Jakarta ‘siapa lu dan siapa gue’ makanya kami heran setelah lokasi itu digerebek Polisi. Ternyata rumah itu selama ini jadi sarang narkoba,” ucapnya.
Memang, masih kata warga, meskipun tamu atau rekan tersangka itu datang mobilnya diparkirkan selalu berada di depan rumahnya. Begitupun dengan aktivitasnya belum pernah mengganggu warga sekitar.
“Selama ini tenang-tenang aja, walaupun banyak kawan-kawannya yang datang tetapi tidak begitu mengganggu ketentraman kami disini. Hanya saja mereka sangat tertutup kepada kami, itu saja,” timpalnya.
Pantauan di lapangan, penjagaan di komplek perumahan yang dihuni belasan kepala keluarga (KK) itu cukup ketat.
Sebab, di pintu masuknya dijaga oleh petugas securiti dan meninggalkan kartu identitas di pos jaga sebelum bertamu dengan warga. Sayangnya, saat penggerebekan itu tidak satupun petugas securiti yang bisa ditemui.
Sebab, selama ini penghuni rumah itu sangat jarang berkomunikasi dengan para tetangganya. Sehingga, tidak mengetahui apa aktivitas keduanya di dalam rumah yang diduga milik warga Tanjung Balai tersebut.
“Kalau tidak salah, yang ditangkap itu anaknya pemilik rumah. Sebab, orangtuanya selama ini tinggal di Tanjung Balai, sedangkan kedua orangtuanya jarang kali datang kesini (lokasi penyergapan),” kata dia, Selasa (3/11/2015).
Menurut dia, sebelum disergap Polisi, teman-teman tersangka itu memang sering datang dengan mengendarai mobil.
Begitu juga dengan sejumlah wanita yang datang kerumah itu namun tidak pernah bertegur sapa dengan warga sekitar.
“Banyak juga tamu mereka (tersangka) datang ke rumah itu, baik laki-laki maupun wanita, tetapi satupun diantara mereka tak ada yang mau bertegur sapa dengan kami warga disini,” ujarnya yang langsung diamini warga lainnya namun enggan untuk menyebutkan namanya.
“Betul itu bang, mereka selama ini ibarat orang Jakarta ‘siapa lu dan siapa gue’ makanya kami heran setelah lokasi itu digerebek Polisi. Ternyata rumah itu selama ini jadi sarang narkoba,” ucapnya.
Memang, masih kata warga, meskipun tamu atau rekan tersangka itu datang mobilnya diparkirkan selalu berada di depan rumahnya. Begitupun dengan aktivitasnya belum pernah mengganggu warga sekitar.
“Selama ini tenang-tenang aja, walaupun banyak kawan-kawannya yang datang tetapi tidak begitu mengganggu ketentraman kami disini. Hanya saja mereka sangat tertutup kepada kami, itu saja,” timpalnya.
Pantauan di lapangan, penjagaan di komplek perumahan yang dihuni belasan kepala keluarga (KK) itu cukup ketat.
Sebab, di pintu masuknya dijaga oleh petugas securiti dan meninggalkan kartu identitas di pos jaga sebelum bertamu dengan warga. Sayangnya, saat penggerebekan itu tidak satupun petugas securiti yang bisa ditemui.
(sms)