Dampak Kabut Asap, Penderita ISPA di Deliserdang Capai 11.922 Jiwa

Rabu, 28 Oktober 2015 - 22:33 WIB
Dampak Kabut Asap, Penderita...
Dampak Kabut Asap, Penderita ISPA di Deliserdang Capai 11.922 Jiwa
A A A
DELI SERDANG - Kabut asap yang menyelimuti wilayah Dewiserdang berdampak buruk pada kesehatan masyarakat. Tercatat sejak tiga bulan terakhir penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kabupaten Deliserdang mencapai 11.922 jiwa.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Deliserdang, pada bulan Juli ada 3.835 kasus, bulan Agustus 5.627 kasus, dan bulan September 2460 kasus. Sedangkan bulan Oktober datanya masih berada di puskesmas.

"Kalau dilihat data tiga bulan belakangan, kabut asap yang sempat menyelimuti Deliserdang ada peningkatan kasus dan ada penurunan. Sehingga tidak dapat difokuskan," karta Sekretaris Dinkes Deliserdang dr Ade Budi Krista, Rabu (28/10/2015).

Ditambahkan dia, langkah-langkah untuk mengantisipasi bertambahnya korban akibat kabut asap sudah dilakukan, mulai dari pengobatan dan perawatan, hingga mengeluarkan surat instruksi.

"Selama kabut asap masyarakat diimbau agar tidak terlalu sering keluar, terutama malam hari. Karena jam 12 malam itu ada peningkatan udara yang kotor dari kabut asap ini," ungkapnya.

Diakuinya, untuk masyarakat yang terjangkit penyakit ISPA memang mengalami peningkatan. "Memang ada peningkatan, kadang juga menurun. Jadi ya harus tetap diantisipasi," jelasnya.

Dalam meminimalisir kondisi kabut asap, Dinkes Deliserdang telah membagikan 80.000 masker kepada seluruh masyarakat Deliserdang yang tersebar di 22 kecamatan.

Menurut dr Ade, pihaknya sudah membuat intruksi kepada seluruh KUPT Dinkes untuk memberikan sosialisasi, pencegahan, dan penyuluhan mengenai kabut asap ini.

"Kami sudah melakukan bagi-bagi masker kepada masyarakat di tempat-tempat terbuka. Dari bulan Agustus lalu. Setiap puskesmas juga sudah didirikan posko kesehatan penanggulan kabut asap," ungkapnya.

Saat disinggung penyakit ISPA, dr Ade mengatakan, penyakit ISPA ini terjadi bukan karena sejumlah daerah di Sumut terkena imbas kebakaran hutan di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Tetapi juga karena adanya peralihan cuaca.

"Penyakit ISPA ini merupakan selalu masuk 10 penyakit terbesar, walaupun tidak musim kabut asap. Mata perih pasti karena kabut asap ini," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Malaysia Kirim Surat...
Malaysia Kirim Surat soal Kabut Asap, Ini Respons Indonesia
Awas! Natuna Dikepung...
Awas! Natuna Dikepung Kabut Asap Dampak Karhutla di Kalimantan Barat
Awas, 65 Titik Panas...
Awas, 65 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Warga Mulai Cemas Munculnya Kabut Asap
Asap Tebal Kebakaran...
Asap Tebal Kebakaran Hutan Kepung Permukinan Warga Pontianak, Lansia Mulai Diungsikan
Puluhan Hektare Hutan...
Puluhan Hektare Hutan di Samosir Terbakar, Asap Tebal Membuat Warga Panik
Jambi Diselimuti Kabut...
Jambi Diselimuti Kabut Asap Akibat Kebakaran Lahan
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
6 menit yang lalu
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
52 menit yang lalu
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
1 jam yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
1 jam yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
1 jam yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved