Warga Pangandaran Cemas Diintai Kebakaran Hutan

Rabu, 28 Oktober 2015 - 10:12 WIB
Warga Pangandaran Cemas...
Warga Pangandaran Cemas Diintai Kebakaran Hutan
A A A
PANGANDARAN - Di tengah musim kemarau panjang, ancaman kebakaran hutan di Pangandaran, Jawa Barat, sangat tinggi. Dari luas wilayah Kabupaten Pangandaran 168.509 hektare, 28.898,73 hektare di antaranya merupakan kawasan hutan.

Salah satu warga Dusun Pasirkiara, Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Reza Fahmi (22), mengatakan, musim kemarau panjang yang terjadi membuat masyarakat yang permukimannya dekat dengan lokasi hutan merasa cemas dengan ancaman kebakaran hutan dadakan.

"Banyak masyarakat yang tidak tenang dan dibayangi ancaman kebakaran hutan dadakan, hal ini terjadi sebab dari tiga lokasi kebakaran hutan dalam bulan ini tidak diketahui penyebabnya," kata Reza, Rabu (28/10/2015).

Seperti diketahui, kebakaran hutan terjadi di Dusun Sangkan Bawang, Desa Kalijati, Kecamatan Sidamulih, seluas 50 hektare hutan produksi. Di Dusun Nagrak, Desa Karangsari, Kecamatan Padaherang seluas 40 hektare hutan warga, juga Dusun Desa, Desa Bojongkondang, Kecamatan Langkaplancar seluas 3 hektare hutan produksi, sampai saat ini tidak diketahui penyebanya.

"Kalau masyarakat tahu bahwa penyebab kebakaran yang sudah terjadi mungkin tidak akan cemas dan akan menghindari hal-hal yang sekiranya menyebabkan kebakaran," tambah Reza.

Reza berharap pemerintah daerah hendaknya memberikan arahan dan binaan kepada masyarakat yang berada di lokasi rawan ancaman kebakaran hutan. Hal ini sebagai salah satu upaya meminimalisasi ancaman kebakaran hutan dadakan.

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Dinas Pekerjaan Umum Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dispuhubkominfo) Kabupaten Pangandaran Ahmad Sobali mengatakan, pihaknya selalu siaga 24 jam untuk menangani bancana kebakaran.

"Kami memiliki dua unit armada kebakaran, namun satu unit kondisinya sudah tidak layak pakai, bahkan dikhawatirkan tangki air terlepas dari badan mobil bila menempuh medan pegunungan," kata Ahmad.

Jumlah personel saat ini sebanyak 18 orang yang terdiri dari tiga orang PNS dan 15 tenaga magang. Mereka belum mempunyai asuransi kecelakaan.

"Personel yang turun kelokasi kebakaran selalu menggunakan standar peralatan yang aman saat turun ke lapangan karena risikonya tinggi, hingga saat kami belum memiliki jaminan asuransi untuk petugas pemadam," pungkas Ahmad.
(zik)
Berita Terkait
Cegah Kebakaran Hutan...
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Pemkab Muba Anggarkan Rp10 Miliar
Penyebab Pendakian Belum...
Penyebab Pendakian Belum Dibuka Meski Titik Api Gunung Arjuno-Welirang Sudah Padam
Provinsi Kanada Umumkan...
Provinsi Kanada Umumkan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan, 24.000 Orang Dievakuasi
Kebakaran Hutan di Chile...
Kebakaran Hutan di Chile Tewaskan 40 Orang
Kebakaran California...
Kebakaran California Meluas, Muncul Titik Api Baru di West Hills
Antisipasi Karhutla,...
Antisipasi Karhutla, Polisi Intensifkan Patroli Hutan di Blora
Berita Terkini
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
22 menit yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
27 menit yang lalu
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
34 menit yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
44 menit yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
53 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
2 jam yang lalu
Infografis
Kebakaran Makin Dahsyat...
Kebakaran Makin Dahsyat di Israel, 7 Pemukiman Dievakuasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved