Kerap Lakukan Pelanggaran, Polda Ancam Tertibkan Uber Taksi
Sabtu, 24 Oktober 2015 - 06:05 WIB
Kerap Lakukan Pelanggaran, Polda Ancam Tertibkan Uber Taksi
A
A
A
JAKARTA - Pihak kepolisian mengancam akan menindak tegas Uber Taksi dan taksi mewah Lamborghini yang kedapatan melakukan pelanggaran lalu lintas. Pasalnya, Uber Taksi kerap melakukan pelanggaran lalu lintas di jalan.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan, maraknya aplikasi yang menawarkan jasa angkutan umum di Jakarta ini kerap membuat penggunanya melakukan pelanggaran. Berdasarkan catatan pihaknya, Uber Taksi kerap melakukan pelanggaran.
Maka itu, pihaknya akan duduk bersama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk mengantisipasi pelanggaran tersebut. "Uber Taksi, banyak aturan hukum yang dilanggar. Kami tentu akan lakukan penindakan tegas. Kita akan duduk bersama dengan teman-teman Dishub, Ditlantas, untuk mencarikan langkah yang tepat untuk itu," ujarnya pada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat 23 Oktober 2015.
Tito pun menambahkan, terkait adanya taksi mewah Lamborghini, pihaknya pun akan merumuskan langkah yang tepat dalam mengambil tindakan apabila taksi mewah tersebut malakukan pelanggaran. Namun, taksi-taksi seperti Uber Taksi dan taksi mewah Lamborghini itu masih tidak jelas keberadaannya.
"Prinsipnya dalam menegakkan aturan sama seperti Uber Taksi. Kita akan lihat aturannya, yang dilanggar apa, penindakannya seperti apa. Tapi, secara legalitas, Gojek lebih baik dibandingkan Uber, beda jauh. Karena (Gojek) ada penanggungjawabnya," tutupnya.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan, maraknya aplikasi yang menawarkan jasa angkutan umum di Jakarta ini kerap membuat penggunanya melakukan pelanggaran. Berdasarkan catatan pihaknya, Uber Taksi kerap melakukan pelanggaran.
Maka itu, pihaknya akan duduk bersama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk mengantisipasi pelanggaran tersebut. "Uber Taksi, banyak aturan hukum yang dilanggar. Kami tentu akan lakukan penindakan tegas. Kita akan duduk bersama dengan teman-teman Dishub, Ditlantas, untuk mencarikan langkah yang tepat untuk itu," ujarnya pada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat 23 Oktober 2015.
Tito pun menambahkan, terkait adanya taksi mewah Lamborghini, pihaknya pun akan merumuskan langkah yang tepat dalam mengambil tindakan apabila taksi mewah tersebut malakukan pelanggaran. Namun, taksi-taksi seperti Uber Taksi dan taksi mewah Lamborghini itu masih tidak jelas keberadaannya.
"Prinsipnya dalam menegakkan aturan sama seperti Uber Taksi. Kita akan lihat aturannya, yang dilanggar apa, penindakannya seperti apa. Tapi, secara legalitas, Gojek lebih baik dibandingkan Uber, beda jauh. Karena (Gojek) ada penanggungjawabnya," tutupnya.
(kri)