Dinkes DKI Akan Cek Izin 4 Gudang Kosmetik di Asemka

Sabtu, 24 Oktober 2015 - 00:21 WIB
Dinkes DKI Akan Cek...
Dinkes DKI Akan Cek Izin 4 Gudang Kosmetik di Asemka
A A A
JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta akan mengecek empat gudang kosmetik di kawasan Asemka, Tambora, Jakarta Barat yang diduga ilegal. Karena, apabila terbukti ilegal maka gudang tersebut akan diberikan sanksi tegas.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Kusmedi mengatakan, apabila gudang itu memiliki izin, maka Dinkes akan mencabutnya. Karena, merugikan konsumen.

"Memang izinya itu lewat PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), tapi kami di sini punya hak untuk merekomendasi izin tersebut (dicabut)," kata Kusmedi di Jakarta, Jumat 23 Oktober 2015.

Rencananya pascapengrebekan ini, Kusmedi juga akan mempelajari hasil temuan BPOM, sembari menunggu keluhan masyarakat terkait kosmetik itu. Bila nantinya ada unsur pidana, dia berjanji akan melimpahkan kasus ini ke ranah hukum.

Sementara itu, Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo menjelaskan, ada beberapa poin penting peredaran kosmetik ilegal itu terus berkembang di dunia bisnis.

Pertama, karena kurangnya reguler inspection (pengawasan rutin) dari pemerintah. Kedua, kurangnya payung hukum terhadap peredaran produk kosmetik ini menjadikan pintu masuk bisnis ilegal itu terbuka lebar sampai ke pasar ekonomi kelas bawah sekalipun.

Dia menjelaskan, sejauh ini batasan aturan peredaran kosmetik ini hanya memerlukan notifikasi dari BPOM. Berbeda dengan produk obat dan makanan yang harus melewati proses uji laboratorium untuk mendapat nomor registrasi laik jual.

"Kalau sifatnya hanya pemberitahuan saja itu jelas membuka peluang bisnis ilegal itu terus ada. Harusnya kontrol pengawasan itu diperketat lagi," kata dia. (Baca: Gerebek Gudang di Asemka, BPOM Amankan Kosmetik Miliaran Rupiah)

Karena itu, lanjutnya, penekanan terhadap tindakan tegas dari pengawasan itu sejauh ini hanya sebatas penyitaan. Tanpa menyeret para pengusaha yang bergerak di bidang itu ke ranah hukum.

Sementara, aspek nilai harga pasaran yang cukup murah itu mendorong konsumen yang berada di level ekonomi rendah cenderung memilih produk tanpa brand (tidak ber-merk) tapi berkualitas.

"Padahal sejauh ini konsumen sendiri tidak mengetahui apakah bahan kimia yang digunakan itu berbahaya atau tidak. Tapi mereka akan sensitif mencari dan menggunakan, karena harga kosmetik ilegal di pasaran yang jauh lebih murah. Produk-produk ilegal itu biasanya diimpor dari negara tetangga," tuturnya.
(mhd)
Berita Terkait
Gawat! Ribuan Kosmetik...
Gawat! Ribuan Kosmetik Mengandung Zat Berbahaya Diedarkan secara Online di Jogja
BPOM Cabut Izin 23 Produk...
BPOM Cabut Izin 23 Produk Kosmetik Berbahaya, Ini Daftarnya!
Produk Skincare Daviena...
Produk Skincare Daviena Ditarik BPOM, Owner Tetap Promosi dan Hapus Komentar Warganet
BPOM Temukan 51 Ribu...
BPOM Temukan 51 Ribu Produk Kosmetik Berbahaya di Indonesia
3 Produk Kosmetik Madame...
3 Produk Kosmetik Madame Gie Positif Mengandung Pewarna Berbahaya, Ini Respons Gisella Anastasia
Zat Kimia Berbahaya...
Zat Kimia Berbahaya Ditemukan di Kosmetik Kecantikan, Ini Daftar Produknyawa
Berita Terkini
Pengamanan di Polda...
Pengamanan di Polda Metro Diperketat usai Penggeledahan, Puluhan Brimob Bersenjata Siaga
1 jam yang lalu
Rayakan Hari Jadi, Ancol...
Rayakan Hari Jadi, Ancol Gratiskan Tiket Masuk pada 10 Juli Besok
2 jam yang lalu
Latih Desa Binaan Hadapi...
Latih Desa Binaan Hadapi Bencana, Astra Gandeng BNPB Gelar Pelatihan Tanggap Darurat
2 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 4,7...
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Polewali Mandar Pagi Ini, Dirasakan hingga Makassar
2 jam yang lalu
Gelar Intercultural...
Gelar Intercultural Festival 2026, UMB Satukan Mahasiswa 9 Negara lewat Budaya
4 jam yang lalu
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
15 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved