Asap Tak Hilang Dua Pekan, Janji Jokowi Ditagih
Jum'at, 23 Oktober 2015 - 14:28 WIB
Asap Tak Hilang Dua Pekan, Janji Jokowi Ditagih
A
A
A
PEKANBARU - Presiden Jokowi menjanjikan bencana kabut asap akan hilang dalam dua pekan. Namun kini dua minggu sudah berlalu, kabut asap di Riau bukan hilang malah makin parah.
Janji orang nomor satu di Indonesia itu diucapkan saat mengunjungi lokasi kebakaran di Rimbo Panjang Kecamatab Tambang, Kabupaten Kampar, Riau pada 9 Oktober lalu.
"Presiden Jokowi pembohong, mana janji kepada warga Riau, katanya dua minggu sudah selesai masalah asap. Ini asap malah semakin pekat," kata Erni Ariani Depi ibu rumah tangga warga Jalan Adi Sucipto Pekanbaru, Jumat (23/10/2015).
Warga menilai upaya pemerintah melakukan pemadaman seperti setengah hati. Padahal kebakaran sudah berlangsung selama 18 tahun. Namun pemerintah malah kualahan saat ini menangani kebakaran lahan dan hutan.
"Kebakaran ini sudah terjadi setiap tahun, seharusnya pemerintah sudah mempunyai solusi menangani kebakaran. Ini setiap hari asap semakin pekat," timpal Nabila Annisa salah satu mahasiswi di Riau.
Saat ini warga sangat mengkawatikan dengan kabut asap. Ini disebabkan karena sudah banyak warga khususnya anak-anak yang meregang nyawa akibat banyak menghirup udara yang tercemar.
"Sudah banyak warga yang meninggal, pemerintah harus bertanggujawab. Warga selalu menjadi korban. Pelaku pembakaran harus di hukum seberat-beratnya," ucapnya.
Janji orang nomor satu di Indonesia itu diucapkan saat mengunjungi lokasi kebakaran di Rimbo Panjang Kecamatab Tambang, Kabupaten Kampar, Riau pada 9 Oktober lalu.
"Presiden Jokowi pembohong, mana janji kepada warga Riau, katanya dua minggu sudah selesai masalah asap. Ini asap malah semakin pekat," kata Erni Ariani Depi ibu rumah tangga warga Jalan Adi Sucipto Pekanbaru, Jumat (23/10/2015).
Warga menilai upaya pemerintah melakukan pemadaman seperti setengah hati. Padahal kebakaran sudah berlangsung selama 18 tahun. Namun pemerintah malah kualahan saat ini menangani kebakaran lahan dan hutan.
"Kebakaran ini sudah terjadi setiap tahun, seharusnya pemerintah sudah mempunyai solusi menangani kebakaran. Ini setiap hari asap semakin pekat," timpal Nabila Annisa salah satu mahasiswi di Riau.
Saat ini warga sangat mengkawatikan dengan kabut asap. Ini disebabkan karena sudah banyak warga khususnya anak-anak yang meregang nyawa akibat banyak menghirup udara yang tercemar.
"Sudah banyak warga yang meninggal, pemerintah harus bertanggujawab. Warga selalu menjadi korban. Pelaku pembakaran harus di hukum seberat-beratnya," ucapnya.
(sms)