Seminggu Tewas, Mayat Usep Membusuk di Apartemen Jardin
Rabu, 21 Oktober 2015 - 22:04 WIB
Seminggu Tewas, Mayat Usep Membusuk di Apartemen Jardin
A
A
A
BANDUNG - Seorang Buruh ditemukan tewas di salah satu kamar Apartemen Jardin, Jalan Cihampelas Belakang, Rt 08/05, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong. Korban yang diketahui bernama Usep Yuhanda (60) telah meninggal seminggu lalu.
Kapolsek Coblong Kompol Sarche C mengatakan, korban pertama kali ditemukan salah seorang pegawai bernama Ridwan. Dari keterangan saksi, mayat ditemukan di kamar mandi kamar No D 1916 di lantai 9 tower D apartemen Jardin.
"Sekitar pukul 14.40 WIB kami di telepon sekuriti bahwa ada penemuan mayat di Apartemen Jardin di lantai 19," katanya, di lokasi kejadian, Rabu (21/10/2015).
Mendapat informasi tersebut, pihaknya lalu mendatangi lokasi tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari beberapa saksi di lokasi kejadian.
"Sambil menunggu Inafis Polrestabes Bandung melakukan olah TKP, kami telah memeriksa beberapa saksi yang terdiri dari pegawai, OB, sekuriti dan saksi lainnya," katanya.
Berdasarkan keteranga saksi Ridwan, tercium bau busuk di lantai 19. Kemudian saksi melakukan pencarian dan mencari asal bau menyengat di salah satu kamar di lantai tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata bau itu berasal dari salah satu kamar di lantai itu.
"Awalnya saksi mengira bau itu bangkai biasa, namun saat mengecek ke salah satu kamar dan membuka pintunya, saksi melihat ada kaki di kamar mandi kamar itu. Saat di cek, saksi melihat orang yang sudah tewas dalam keadaan telungkup," jelasnya.
Setelah dilakukan olah TKP, polisi mendapatkan mayat tersebut terlilit kabel di lehernya. "Kabel tergantung dan korban dalam keadaan telungkup, kabel itu terlilit di leher," ungkapnya.
Dikatakan, pihaknya tak menemukan luka akibat tindakan kekerasan pada tubuh korban. Namun sebelum ditemukan, kamar tersebut dalam keadaan terkunci.
"Saksi yang membuka kamar tersebut juga harus mencari kunci cadangannya ke bawah sehingga pintu bisa terbuka. Pada tubuh korban juga tak ada tanda-tanda luka akibat tindakan kekerasan," paparnya.
Dia melanjutkan, tak ada tanda kerusakan di pintu kamar. Kamar tersebut juga belum berpenghuni. Di lantai 19, jelasnya, ada sekitar 15 kamar. Namun yang berpenghuni hanya empat unit kamar saja.
"Kalau bau menyengat itu sudah tercium sejak hari minggu. Namun kalau tetangga di kamar tersebut mengaku sudah mencium sejak Kamis lalu," jelasnya.
Kendati begitu, dia belum dapat memastikan kematian korban. Namun diduga korban tewas bunuh diri. "Sementara kami belum bisa memberikan keterangan pasti kematiannya, hasil olah TKP masih dalam proses lanjut," katanya.
Dari hasil olah TKP, polisi telah mengamanakan beberapa barang bukti, kabel listrik, kunci kamar, dan rekaman CCTV.
"Korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari seminggu yang lalu, karena kulit pada mayat tersebut juga sudah mengelupas, dan terlihat belatung disekitar tubuh mayat," katanya.
Kapolsek Coblong Kompol Sarche C mengatakan, korban pertama kali ditemukan salah seorang pegawai bernama Ridwan. Dari keterangan saksi, mayat ditemukan di kamar mandi kamar No D 1916 di lantai 9 tower D apartemen Jardin.
"Sekitar pukul 14.40 WIB kami di telepon sekuriti bahwa ada penemuan mayat di Apartemen Jardin di lantai 19," katanya, di lokasi kejadian, Rabu (21/10/2015).
Mendapat informasi tersebut, pihaknya lalu mendatangi lokasi tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari beberapa saksi di lokasi kejadian.
"Sambil menunggu Inafis Polrestabes Bandung melakukan olah TKP, kami telah memeriksa beberapa saksi yang terdiri dari pegawai, OB, sekuriti dan saksi lainnya," katanya.
Berdasarkan keteranga saksi Ridwan, tercium bau busuk di lantai 19. Kemudian saksi melakukan pencarian dan mencari asal bau menyengat di salah satu kamar di lantai tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata bau itu berasal dari salah satu kamar di lantai itu.
"Awalnya saksi mengira bau itu bangkai biasa, namun saat mengecek ke salah satu kamar dan membuka pintunya, saksi melihat ada kaki di kamar mandi kamar itu. Saat di cek, saksi melihat orang yang sudah tewas dalam keadaan telungkup," jelasnya.
Setelah dilakukan olah TKP, polisi mendapatkan mayat tersebut terlilit kabel di lehernya. "Kabel tergantung dan korban dalam keadaan telungkup, kabel itu terlilit di leher," ungkapnya.
Dikatakan, pihaknya tak menemukan luka akibat tindakan kekerasan pada tubuh korban. Namun sebelum ditemukan, kamar tersebut dalam keadaan terkunci.
"Saksi yang membuka kamar tersebut juga harus mencari kunci cadangannya ke bawah sehingga pintu bisa terbuka. Pada tubuh korban juga tak ada tanda-tanda luka akibat tindakan kekerasan," paparnya.
Dia melanjutkan, tak ada tanda kerusakan di pintu kamar. Kamar tersebut juga belum berpenghuni. Di lantai 19, jelasnya, ada sekitar 15 kamar. Namun yang berpenghuni hanya empat unit kamar saja.
"Kalau bau menyengat itu sudah tercium sejak hari minggu. Namun kalau tetangga di kamar tersebut mengaku sudah mencium sejak Kamis lalu," jelasnya.
Kendati begitu, dia belum dapat memastikan kematian korban. Namun diduga korban tewas bunuh diri. "Sementara kami belum bisa memberikan keterangan pasti kematiannya, hasil olah TKP masih dalam proses lanjut," katanya.
Dari hasil olah TKP, polisi telah mengamanakan beberapa barang bukti, kabel listrik, kunci kamar, dan rekaman CCTV.
"Korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari seminggu yang lalu, karena kulit pada mayat tersebut juga sudah mengelupas, dan terlihat belatung disekitar tubuh mayat," katanya.
(san)