Umbar Kenaikan Tarif KRL, Pengamat: Ini Upaya Provokasi
Rabu, 21 Oktober 2015 - 10:17 WIB
Umbar Kenaikan Tarif KRL, Pengamat: Ini Upaya Provokasi
A
A
A
JAKARTA - Habis nya masa kontrak subsidi penumpang KRL pada November mendatang berujung pada akan dinaikkan tarif KRL Commuter Line . Namun wacana tersebut menimbulkan pro kontra dikalangan penggunanya.
Pengamat Trasnportassi dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan mempertanyakan soal kenaikan tarif tersebut. Azas menyebut kenaikan tarif ini sebagai upaya provokasi. (Baca: Subsidi Habis, Tarif Commuter Line Naik November)
“Saya melihat ini seperti ada provokasi kepada pengguna dari pihak KCJ. Jadi dibuat naik, pengguna ngamuk ujung-ujungnya minta PSO supaya turun lagi. Bahasanya gini deh, udeh lu para pengguna protes dulu biar PSO nya turun,” kata Azas ketika dihubungi Sindonews, Rabu (21/10/2015).
Azas meminta ada audit keuangan di tubuh PT KCJ. Hal tersut menurutnya harus dilakukan lantaran tidak pernah ada transparansi mengenai manajemen keuangannya.
PILIHAN:
Penculik Mahasiswi UI Dibekuk Saat Ambil Uang Tebusan
Nyopet di Commuter Line, Mulyadi Dipajang di Stasiun Manggarai
Pengamat Trasnportassi dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan mempertanyakan soal kenaikan tarif tersebut. Azas menyebut kenaikan tarif ini sebagai upaya provokasi. (Baca: Subsidi Habis, Tarif Commuter Line Naik November)
“Saya melihat ini seperti ada provokasi kepada pengguna dari pihak KCJ. Jadi dibuat naik, pengguna ngamuk ujung-ujungnya minta PSO supaya turun lagi. Bahasanya gini deh, udeh lu para pengguna protes dulu biar PSO nya turun,” kata Azas ketika dihubungi Sindonews, Rabu (21/10/2015).
Azas meminta ada audit keuangan di tubuh PT KCJ. Hal tersut menurutnya harus dilakukan lantaran tidak pernah ada transparansi mengenai manajemen keuangannya.
PILIHAN:
Penculik Mahasiswi UI Dibekuk Saat Ambil Uang Tebusan
Nyopet di Commuter Line, Mulyadi Dipajang di Stasiun Manggarai
(ysw)