Diincar Selama 2 Bulan, Mahasiswi UI Ini Disekap di Puncak
Selasa, 20 Oktober 2015 - 21:33 WIB
Diincar Selama 2 Bulan, Mahasiswi UI Ini Disekap di Puncak
A
A
A
JAKARTA - Pelaku penculikan mahasiswi Universitas Indonesia (UI), Safira Permatasari (20) telah mengincar korbannya selama dua bulan. Pelaku juga sempat menyekap Safira dan menyembunyikannya di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.
"Dia (korban) ini sudah jadi target dan diincar. Mereka sudah merencanakan penculikan ini," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian di Polres Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2015).
Kemudian, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Wahyu Hadiningrat menjelaskan, Senin 19 Oktober 2015 kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB, korban diculik oleh gerombolan orang. Modus pelaku melakukan penculikan itu dengan cara berpura-pura kalau mobil yang ditumpaki korban bersama sopirnya itu menyerempet mobil pelaku.
"Pelaku mengejar mobil korban dan menghentikannya. Disitu pelaku seolah mobilnya ditabrak dan minta ganti rugi. Saat pelaku tengah cekcok dengan sopir korban. Korban turun dan hendak menaiki taksi karena korban terburu-buru mau ke kampus. Korban ini mau ikut ujian. Tapi saat mau masuk taksi, korban disekap, tapi meronta. Korban lalu dipaksa masuk mobil pelaku," tuturnya.
Kemudian, tambah Wahyu, korban dibawa ke kawasan Puncak, Bogor untuk disembunyikan. Di sana korban pun diikat kedua tangan dan kakinya serta difoto-foto oleh pelaku agar fotonya itu dapat ditunjukan kepada orangtua korban. Sedang pelaku lantas meminta uang tembusan pada orangtua korban.
"Korban diinapkan di Puncak, Bogor. Syukurnya, korban di sana tidak mengalami gangguan kekerasan. Kelompok ini sudah merencanakan penculikan selama dua bulanan kemarin. Kini sedang kami dalami lagi, apakah penculikan ini sudah dilakukan sebelumnya juga ataukah hanya sekarang saja," kata dia.
PILIHAN:
Subsidi Habis, Tarif Commuter Line Naik November
"Dia (korban) ini sudah jadi target dan diincar. Mereka sudah merencanakan penculikan ini," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian di Polres Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2015).
Kemudian, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Wahyu Hadiningrat menjelaskan, Senin 19 Oktober 2015 kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB, korban diculik oleh gerombolan orang. Modus pelaku melakukan penculikan itu dengan cara berpura-pura kalau mobil yang ditumpaki korban bersama sopirnya itu menyerempet mobil pelaku.
"Pelaku mengejar mobil korban dan menghentikannya. Disitu pelaku seolah mobilnya ditabrak dan minta ganti rugi. Saat pelaku tengah cekcok dengan sopir korban. Korban turun dan hendak menaiki taksi karena korban terburu-buru mau ke kampus. Korban ini mau ikut ujian. Tapi saat mau masuk taksi, korban disekap, tapi meronta. Korban lalu dipaksa masuk mobil pelaku," tuturnya.
Kemudian, tambah Wahyu, korban dibawa ke kawasan Puncak, Bogor untuk disembunyikan. Di sana korban pun diikat kedua tangan dan kakinya serta difoto-foto oleh pelaku agar fotonya itu dapat ditunjukan kepada orangtua korban. Sedang pelaku lantas meminta uang tembusan pada orangtua korban.
"Korban diinapkan di Puncak, Bogor. Syukurnya, korban di sana tidak mengalami gangguan kekerasan. Kelompok ini sudah merencanakan penculikan selama dua bulanan kemarin. Kini sedang kami dalami lagi, apakah penculikan ini sudah dilakukan sebelumnya juga ataukah hanya sekarang saja," kata dia.
PILIHAN:
Subsidi Habis, Tarif Commuter Line Naik November
(mhd)