Atur Anggaran, Dewan Ingin Pemprov DKI Rasional
Selasa, 20 Oktober 2015 - 09:58 WIB
Atur Anggaran, Dewan Ingin Pemprov DKI Rasional
A
A
A
JAKARTA - Pembahasan kebijakan umum anggaran plafon prioritas anggaran sementara (KUA-PPAS) tahun 2016 sampai saat ini masih terus berjalan di badan anggaran (banggar) DPRD DKI Jakarta.
Semula, KUA-PPAS tahun 2016 yang diajukan dari eksekutif yaitu sebesar Rp73,08 triliun. Namun sambil berjalan ada mata anggaran yang harus dikurangi sebesar Rp10,5 triliun.
Pengurangan didapat dari pendapatan asli daerah dan dana perimbangan, yang bila dijumlahkan mencapai Rp 10,5 triliun.
Mendapati hal itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik yang bertindak sebagai pimpinan Banggar DPRD DKI meminta kepada tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) untuk mengganti KUA-PPAS dengan nilai yang sudah dilakukan perubahan yaitu Rp62,5 triliun.
"Jangan dipaksa, rasional saja. lihat juga situasi ekonominya," ujar Taufik, Selasa (20/10/2015).
Lebih lanjut, mengetahui bahwa nilai KUA-PPAS menurun dari yang diinginkan oleh eksekutif, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak mempermasalahkannya dan tidak mau meributkannya.
PILIHAN:
Beredar Pesan Berantai, Bobotoh Tewas di Jalan Tol
Keluar GBK, Bobotoh Dihadang Simpatisan Jakmania
Semula, KUA-PPAS tahun 2016 yang diajukan dari eksekutif yaitu sebesar Rp73,08 triliun. Namun sambil berjalan ada mata anggaran yang harus dikurangi sebesar Rp10,5 triliun.
Pengurangan didapat dari pendapatan asli daerah dan dana perimbangan, yang bila dijumlahkan mencapai Rp 10,5 triliun.
Mendapati hal itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik yang bertindak sebagai pimpinan Banggar DPRD DKI meminta kepada tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) untuk mengganti KUA-PPAS dengan nilai yang sudah dilakukan perubahan yaitu Rp62,5 triliun.
"Jangan dipaksa, rasional saja. lihat juga situasi ekonominya," ujar Taufik, Selasa (20/10/2015).
Lebih lanjut, mengetahui bahwa nilai KUA-PPAS menurun dari yang diinginkan oleh eksekutif, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak mempermasalahkannya dan tidak mau meributkannya.
PILIHAN:
Beredar Pesan Berantai, Bobotoh Tewas di Jalan Tol
Keluar GBK, Bobotoh Dihadang Simpatisan Jakmania
(ysw)