Tertimpa Longsoran Bukit, 4 Rumah dan 2 Mobil Terbakar
Selasa, 20 Oktober 2015 - 03:28 WIB
Tertimpa Longsoran Bukit, 4 Rumah dan 2 Mobil Terbakar
A
A
A
KARO - Daerah perbukitan di Dusun Lau Lisang, Desa Kuta Bangun, Kecamatan Tiga Binanga, Karo, tepatnya di kilometer (km) 122–123, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), mengalami longsor.
Akibatnya, arus lalu lintas menuju Tiga Binangan–Aceh Tenggara, dan sejumlah kabupaten tetangga, serta beberapa daerah di kawasan provinsi tetangga NAD (Agara, Singkil, Subulussalam), mengalami kemacetan panjang.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, empat unit rumah berbahan kayu, serta dua unit mobil terbakar akibat hubungan arus pendek yang terjadi saat material longsor menghantam perumahan warga.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian Feber Haryanto Sebayang, kejadian bermula ketika hujan deras pukul 20.00 Wib. Sebelum kejadian, mobil Kijang Innova tujuan Kotacane berselisih dengan truk tujuan Kabanjahe.
Saat keduanya melintas di lokasi, tiba–tiba material tanah kerukan yang menumpuk di bukit longsor ke jalan raya. Mobil truk tersebut berhasil lewat dan menghindari longsoran. Sedangkan mobil Kijang Innova tidak berhasil menghindar.
“Begitu semua penumpang Innova keluar tiba–tiba mobil itu terbakar. Sedangkan aliran listrik masih menyala. Jadi penyebab kebakaran rumah ini berasal dari mobil Innova yang terbakar,” katanya, kemarin.
Pengamatan di lokasi kejadian, tampak dua alat berat jenis backhoe berupaya membuka jalur lalu lintas yang ditimbun material. Ratusan pengendara baik roda empat maupun roda dua tampak tak sabar menunggu untuk melintas.
Kapolres Karo AKBP Victor Togi Tambunan saat dikonfirmasi via selulernya menuturkan, bencana longsor dipicu akibat hujan deras dari pukul 16.00–20.00 WIB.
“Sekitar pukul delapan malam terjadi longsor yang menimpa 2 unit mobil saat melintas di jalur tersebut. Material longsoran juga merusak jaringan kabel listrik sehingga terjadi kebakaran," paparnya.
Akibatnya kebakaran itu, dua mobil beserta empat rumah warga ludes terbakar. Keempat rumah tersebut masing–masing milik Surdik (45), Koriman Sigiro (55), Litmalem Sembiring (70), dan Mawanta Sembiring (42).
Sedangkan dua unit mobil yang terbakar jenis angkutan pedesaan merk Pepabri yang merupakan milik Litmalem Sembiring, dan Toyota Kijang Innova belum diketahui pemiliknya.
“Total kerugian ditaksir Rp300 juta. Untuk arus lalu lintas sendiri sekitar pukul 15.00 WIB tadi sudah bisa dilalui dengan jalur buka tutup. Hal itu dikarenakan belum semua material longsoran dibersihkan alat berat dari lokasi,” pungkasnya.
Akibatnya, arus lalu lintas menuju Tiga Binangan–Aceh Tenggara, dan sejumlah kabupaten tetangga, serta beberapa daerah di kawasan provinsi tetangga NAD (Agara, Singkil, Subulussalam), mengalami kemacetan panjang.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, empat unit rumah berbahan kayu, serta dua unit mobil terbakar akibat hubungan arus pendek yang terjadi saat material longsor menghantam perumahan warga.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian Feber Haryanto Sebayang, kejadian bermula ketika hujan deras pukul 20.00 Wib. Sebelum kejadian, mobil Kijang Innova tujuan Kotacane berselisih dengan truk tujuan Kabanjahe.
Saat keduanya melintas di lokasi, tiba–tiba material tanah kerukan yang menumpuk di bukit longsor ke jalan raya. Mobil truk tersebut berhasil lewat dan menghindari longsoran. Sedangkan mobil Kijang Innova tidak berhasil menghindar.
“Begitu semua penumpang Innova keluar tiba–tiba mobil itu terbakar. Sedangkan aliran listrik masih menyala. Jadi penyebab kebakaran rumah ini berasal dari mobil Innova yang terbakar,” katanya, kemarin.
Pengamatan di lokasi kejadian, tampak dua alat berat jenis backhoe berupaya membuka jalur lalu lintas yang ditimbun material. Ratusan pengendara baik roda empat maupun roda dua tampak tak sabar menunggu untuk melintas.
Kapolres Karo AKBP Victor Togi Tambunan saat dikonfirmasi via selulernya menuturkan, bencana longsor dipicu akibat hujan deras dari pukul 16.00–20.00 WIB.
“Sekitar pukul delapan malam terjadi longsor yang menimpa 2 unit mobil saat melintas di jalur tersebut. Material longsoran juga merusak jaringan kabel listrik sehingga terjadi kebakaran," paparnya.
Akibatnya kebakaran itu, dua mobil beserta empat rumah warga ludes terbakar. Keempat rumah tersebut masing–masing milik Surdik (45), Koriman Sigiro (55), Litmalem Sembiring (70), dan Mawanta Sembiring (42).
Sedangkan dua unit mobil yang terbakar jenis angkutan pedesaan merk Pepabri yang merupakan milik Litmalem Sembiring, dan Toyota Kijang Innova belum diketahui pemiliknya.
“Total kerugian ditaksir Rp300 juta. Untuk arus lalu lintas sendiri sekitar pukul 15.00 WIB tadi sudah bisa dilalui dengan jalur buka tutup. Hal itu dikarenakan belum semua material longsoran dibersihkan alat berat dari lokasi,” pungkasnya.
(san)