Tim DVI Polda Sumbar Bantu Tangani Kasus Kematian Siswa SD
Kamis, 15 Oktober 2015 - 21:23 WIB
Tim DVI Polda Sumbar Bantu Tangani Kasus Kematian Siswa SD
A
A
A
PAYAKUMBUH - Penyelidikan kasus tewasnya siswa SDN di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, yang diduga diakibatkan dipukul teman sekelasnya, terus berlanjut. Pihak Polda Sumatera Barat bahkan menurunkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan untuk mengungkap penyebab pasti kematian Rivo Nofitra Ariska (12).
Tim tersebut memeriksa sejumlah barang bukti di antaranya seragam sekolah yang dipakai korban saat kejadian. Dari hasil pemeriksaan, bercak darah dan bekas muntah terdapat di kerah baju korban.
Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani menyebutkan, selain memeriksa barang bukti milik pelaku dan korban, polisi juga memeriksa hasil visum di rumah sakit.
"Turunnya kabid Dokkes itu perintah dari kapolda untuk mendampingi kami yang tidak maksimal dalam aspek medis. Tadi kabid Dokkes membantu lidik lebih dalam lagi terkait riwayat kesehatan si korban dan hal lain yang terkait. Tadi kami ke rumah sakit koordinasi dengan direktur dan dokter UGD yang jaga pada saat penanganan korban waktu dibawa gurunya ke rumah sakit," papar Yuliani, Kamis (15/10/2015).
Menurut dia, untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, pihak kepolisian berharap dapat melakukan autopsi. Namun, pihak keluarga menolak. Sementara, dari hasil visum, pembuluh darah di bagian belakang kepala korban pecah.
Diberitakan sebelumnya, Rivo tewas setelah sebelumnya diduga dipukul teman sekelasnya, MA, Senin lalu. Dia dituduh mencuri pulpen pelaku. Rivo sempat mendapat perawatan di rumah sakit sebelum meninggal dunia.
PILIHAN:
Banjir Bandang di Agam, Sembilan Orang Terseret Arus
Tim tersebut memeriksa sejumlah barang bukti di antaranya seragam sekolah yang dipakai korban saat kejadian. Dari hasil pemeriksaan, bercak darah dan bekas muntah terdapat di kerah baju korban.
Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani menyebutkan, selain memeriksa barang bukti milik pelaku dan korban, polisi juga memeriksa hasil visum di rumah sakit.
"Turunnya kabid Dokkes itu perintah dari kapolda untuk mendampingi kami yang tidak maksimal dalam aspek medis. Tadi kabid Dokkes membantu lidik lebih dalam lagi terkait riwayat kesehatan si korban dan hal lain yang terkait. Tadi kami ke rumah sakit koordinasi dengan direktur dan dokter UGD yang jaga pada saat penanganan korban waktu dibawa gurunya ke rumah sakit," papar Yuliani, Kamis (15/10/2015).
Menurut dia, untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, pihak kepolisian berharap dapat melakukan autopsi. Namun, pihak keluarga menolak. Sementara, dari hasil visum, pembuluh darah di bagian belakang kepala korban pecah.
Diberitakan sebelumnya, Rivo tewas setelah sebelumnya diduga dipukul teman sekelasnya, MA, Senin lalu. Dia dituduh mencuri pulpen pelaku. Rivo sempat mendapat perawatan di rumah sakit sebelum meninggal dunia.
PILIHAN:
Banjir Bandang di Agam, Sembilan Orang Terseret Arus
(zik)