Serapan Beras Bulog Bali Baru 50 Persen
Rabu, 07 Oktober 2015 - 18:23 WIB
Serapan Beras Bulog Bali Baru 50 Persen
A
A
A
DENPASAR - Jelang akhir tahun 2015 serapan beras Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Bali baru berjalan 50 persen.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kepala Bulog Divisi Regional Bali, I Wayan Budita, di Denpasar, Rabu (7/10/2015).
Penyerapan beras yang ditargetkan Pusat sekitar 5.000 ton, namun saat ini Bulog Bali baru menyerap beras dari petani hanya sekitar 2.500 ton. "Penyerapan beras kita baru 50 persen atau sekitar 2.500 ton, masih jauh," jelasnya.
Meskipun baru 50 persen, pihaknya mengaku bisa mencapai target tersebut hingga akhir tahun 2015 mendatang.
"Ini kan masih ada waktu tiga bulan, kami masih tetap optimis kita bisa menyerap beras hingga 5.000 ton hingga akhir tahun mendatang," paparnya.
Dia mengaku, harga beras di Bali saat ini mencapai sekitar Rp8.500 hingga Rp8.300 per kilogram, sementara Harga Pokok Pemerintah (HPP) hanya Rp7.300 per kilogram.
"Secara otomatis para petani tidak mau menjual kepada kita. Mereka lebih memilih menjual kepada para pedagang beras, karena harganya menjanjikan," tuturnya.
Dikatakan, pihaknya terus berupaya untuk mencapai target tersebut, dengan mengandeng para petani-petani kecil.
"Supaya bisa mencapai target kami terus tingkatkan mitra-mitra kita. Sejauh ini hasil serapan beras kita paling banyak dari Kabupaten Tabanan, pada intinya kami akan berusaha meningkatkan pengadaan beras," pungkasnya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kepala Bulog Divisi Regional Bali, I Wayan Budita, di Denpasar, Rabu (7/10/2015).
Penyerapan beras yang ditargetkan Pusat sekitar 5.000 ton, namun saat ini Bulog Bali baru menyerap beras dari petani hanya sekitar 2.500 ton. "Penyerapan beras kita baru 50 persen atau sekitar 2.500 ton, masih jauh," jelasnya.
Meskipun baru 50 persen, pihaknya mengaku bisa mencapai target tersebut hingga akhir tahun 2015 mendatang.
"Ini kan masih ada waktu tiga bulan, kami masih tetap optimis kita bisa menyerap beras hingga 5.000 ton hingga akhir tahun mendatang," paparnya.
Dia mengaku, harga beras di Bali saat ini mencapai sekitar Rp8.500 hingga Rp8.300 per kilogram, sementara Harga Pokok Pemerintah (HPP) hanya Rp7.300 per kilogram.
"Secara otomatis para petani tidak mau menjual kepada kita. Mereka lebih memilih menjual kepada para pedagang beras, karena harganya menjanjikan," tuturnya.
Dikatakan, pihaknya terus berupaya untuk mencapai target tersebut, dengan mengandeng para petani-petani kecil.
"Supaya bisa mencapai target kami terus tingkatkan mitra-mitra kita. Sejauh ini hasil serapan beras kita paling banyak dari Kabupaten Tabanan, pada intinya kami akan berusaha meningkatkan pengadaan beras," pungkasnya.
(nag)