Jenazah Pilot Pesawat Aviastar Bakal Dimakamkan di Papua
Selasa, 06 Oktober 2015 - 18:52 WIB
Jenazah Pilot Pesawat Aviastar Bakal Dimakamkan di Papua
A
A
A
WATAMPONE - Jenazah Kapten Pnb Roy Iriafriadi, pilot Pesawat Aviastar yang jatuh di Kawasan Latimojong, Luwu, bakal dimakamkan di Sentani, Papua. Hal ini berdasarkan permintaan istri alm Kapten Pnb Roy Iriafriadi.
"Sebenarnya pihak keluarga di Bone menginginkan agar jenasahnya dikebumikan di Bone, disamping makam ayahnya yang ada di Taccipi. Tapi ada permintaan isterinya agar jenazah Iriafriadi dikebumikan di Sentani, kami turuti itu karena disana juga ada makam ibundanya," ujar Saniasa tante Kapten Iriafriadi, saat ditemui di Taccipi, Selasa (6/10/2015).
Saniasa mengatakan, Iriafriadi lahir di Taccipi, Kecamatan Ulaweng, dia sempat bersekolah SD di Taccipi. Namun sekolah menengah pertama (SMP) nya sudah pindah ke Papua, mengikut bapaknya, Rauf Dg Manrapi yang merupakan pengusaha ekspedisi kargo di Papua.
"Dia lahir di sini, rumah kelahirannya masih ada di Taccipi, tapi puluhan tahun telah ditinggalkan dan tidak ditempati sehingga tidak terawat," pungkas Saniasa.
Irwan Sainal, sepupu Iriafriadi mengatakan, dia sempat serumah dengan korban saat kuliah dahulu, Iriafriadi dikenalnya sebagai orang yang gesit dalam bekerja.
Selain itu, saat menempuh pendidikan, Irwan mengatakan sempat tinggal satu atap dengan Iriafriadi sebelum akhirnya, almarhum melanjutkan pendidikan ke sekolah penerbangan.
"Sempat satu tahun serumah di Makassar, waktu itu saya kuliah di universitas dan dia sekolah di STM, hingga akhirnya dia melanjutkan sekolah di sekolah penerbangan di Jawa," ujar Irwan.
Hingga berita ini dituliskan sebagian kerabat Kapten Iriafriadi telah berangkat ke Makassar, sementara sebagian lagi merencanakan akan berangkat ke esokan harinya, sambil tetap menunggu informasi kecelakaan tersebut.
"Sebenarnya pihak keluarga di Bone menginginkan agar jenasahnya dikebumikan di Bone, disamping makam ayahnya yang ada di Taccipi. Tapi ada permintaan isterinya agar jenazah Iriafriadi dikebumikan di Sentani, kami turuti itu karena disana juga ada makam ibundanya," ujar Saniasa tante Kapten Iriafriadi, saat ditemui di Taccipi, Selasa (6/10/2015).
Saniasa mengatakan, Iriafriadi lahir di Taccipi, Kecamatan Ulaweng, dia sempat bersekolah SD di Taccipi. Namun sekolah menengah pertama (SMP) nya sudah pindah ke Papua, mengikut bapaknya, Rauf Dg Manrapi yang merupakan pengusaha ekspedisi kargo di Papua.
"Dia lahir di sini, rumah kelahirannya masih ada di Taccipi, tapi puluhan tahun telah ditinggalkan dan tidak ditempati sehingga tidak terawat," pungkas Saniasa.
Irwan Sainal, sepupu Iriafriadi mengatakan, dia sempat serumah dengan korban saat kuliah dahulu, Iriafriadi dikenalnya sebagai orang yang gesit dalam bekerja.
Selain itu, saat menempuh pendidikan, Irwan mengatakan sempat tinggal satu atap dengan Iriafriadi sebelum akhirnya, almarhum melanjutkan pendidikan ke sekolah penerbangan.
"Sempat satu tahun serumah di Makassar, waktu itu saya kuliah di universitas dan dia sekolah di STM, hingga akhirnya dia melanjutkan sekolah di sekolah penerbangan di Jawa," ujar Irwan.
Hingga berita ini dituliskan sebagian kerabat Kapten Iriafriadi telah berangkat ke Makassar, sementara sebagian lagi merencanakan akan berangkat ke esokan harinya, sambil tetap menunggu informasi kecelakaan tersebut.
(sms)