Tahun Ini, 7 TKI asal Blitar Tewas di Hongkong dan Malaysia

Kamis, 01 Oktober 2015 - 20:39 WIB
Tahun Ini, 7 TKI asal...
Tahun Ini, 7 TKI asal Blitar Tewas di Hongkong dan Malaysia
A A A
BLITAR - Tujuh warga Kabupaten Blitar dikabarkan tewas di luar negeri sebagai buruh migran (TKI/TKW). Satu di antaranya menjadi korban tindak kejahatan, bernama Siti Maesaroh, warga Desa/Kecamatan Talun. Dia dibunuh di Malaysia.

"Lima diantaranya teridentifikasi sebagai TKI ilegal," ujar Kepala Bidang Penempatan dan Produktivitas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Blitar Yudi Priyono, kepada wartawan, Kamis (1/10/2015).

Yang meninggal dunia karena sakit adalah Sulikah, warga Desa Pojok, Kecamatan Garum. Yang bersangkutan bekerja di negara Malaysia. Kemudian Hermiyuningsih, warga Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan. Sisika warga Desa Suru, Kecamatan Doko, dan Nurlaila Badriah, warga Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok.

Ketiga pahlawan devisa ini tutup usia di negara Hongkong. Dua buruh migran yang terakhir adalah Suyanti, warga Desa/Kecamatan Ponggok dan Maliki Eko Suseno.

Suyanti buruh migran Malaysia yang menjadi korban insiden kapal tenggelam di perairan selat Malaka. Sedangkan Maliki Eko mengalami kecelakaan kerja di negara Korea.

"Data kematian buruh migran ini terhitung mulai bulan Januari-September 2015," terang Yudi.

Pemkab Blitar tidak kesulitan mengurus pemulangan jenazah buruh migran legal. Pemkab, kata Yudi juga mudah menangani segala hal terkait hak korban, termasuk bantuan tali asih kematian.

Namun, untuk buruh migran berstatus ilegal, menurut dia, pemerintah tidak bisa membantu maksimal. "Apalagi kalau tidak ada sanak keluarga bersangkutan yang melaporkan. Kami sulit memantau perkembanganya," pungkasnya.

Sesuai data disnakertrans, jumlah buruh migran legal di Kabupaten Blitar pada tahun 2015 mencapai 2.000 orang. Sebagian besar bekerja di negara Hongkong, Taiwan, Korea, Timur Tengah, dan Malaysia.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Masykur justru meminta dinas terkait untuk lebih proaktif lagi. Dinas diharapkan lebih optimal dalam mencari tahu soal buruh migran yang mengalami persoalan di tempat kerja.

"Terkait masih adanya buruh migran ilegal dan informasinya jumlahnya tak kalah besar dengan yang legal, harus dicari solusinya. Sebab ini persoalan ketenagakerjaan yang tidak bisa didiamkan," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Diduga Dibunuh, TKI...
Diduga Dibunuh, TKI Tewas di Kamar Kontrakan di Malaysia
Ungkap Kasus TKI Ilegal,...
Ungkap Kasus TKI Ilegal, Polri Kerjasama dengan PDRM dan Imigrasi Malaysia
TKI Asal Asahan Ditemukan...
TKI Asal Asahan Ditemukan Tewas di Malaysia, Korban Pembunuhan?
7 TKI Ilegal Tewas Tenggelam,...
7 TKI Ilegal Tewas Tenggelam, Pemilik Kapal Maut Ditangkap
Ngeri! TKI Tewas Diberondong...
Ngeri! TKI Tewas Diberondong Tembakan Kawanan Maling di Malaysia
Dikejar Polisi, Tekong...
Dikejar Polisi, Tekong Penyelundup 31 TKI Ilegal ke Malaysia Lompat ke Sungai
Berita Terkini
Tutup Kaderisasi Nasional...
Tutup Kaderisasi Nasional 2026, Ansor Canangkan Cetak Biru Kepemimpinan Nasional
34 menit yang lalu
Dituntut 8,5 Tahun Penjara,...
Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Gubernur Riau: JPU Abaikan Fakta Persidangan
1 jam yang lalu
Ini Identitas 12 Korban...
Ini Identitas 12 Korban Meninggal dan 6 Luka Akibat Kecelakaan Maut di Pantura
1 jam yang lalu
Kapolri Bedah Rumah...
Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji di Palembang, Begini Penampakannya
1 jam yang lalu
Hari Pertama Masuk Sekolah,...
Hari Pertama Masuk Sekolah, Cawang Macet, Jalan Letjen MT Haryono Padat Merayap
1 jam yang lalu
BMKG Catat 10 Daerah...
BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Sentuh 35,5 Derajat Celsius
2 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved