Atasi Kabut Asap, Jangan Sungkan Minta Bantuan Negara Sahabat
Rabu, 30 September 2015 - 08:53 WIB
Atasi Kabut Asap, Jangan Sungkan Minta Bantuan Negara Sahabat
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Partai Demokrat Dede Yusuf Macan Effendi meminta Presiden Joko Widodo tidak perlu sungkan meminta bantuan negara sahabat dalam penyelesaian masalah kabut asap di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan.
Menurut Dede, Indonesia selama ini mempunyai perjanjian kerja sama tanggap bencana dengan negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Seperti ketika terjadi bencana alam di Aceh.
"Kita punya banyak negara sahabat, tidak perlu sungkan minta bantuan yang penting rakyat yang jadi korban asap bisa diselamatkan. Kebakaran hutan harus segera dipadamkan," ujar Dede dalam rilis yang diterima Sindonews, Rabu (30/9/2015).
Saat ini, menurut Dede, pemerintah jangan merasa tidak membutuhkan bantuan negara lain. Kemandirian bangsa tidak mesti dipahami menyelesaikan semua persoalan dengan seorang diri.
Karena, menurut Dede, persoalan kabut asap yang terjadi saat ini telah memasuki masa kritis, bahkan mengancam ketahanan nasional. Karena di saat yang bersamaan perekonomian nasional sedang mengalami perlambatan dan mata uang rupiah mengalami pelemahan.
"Penderitaan rakyat di Sumatera dan Kalimantan sudah sedemikian berat, hilangkan gengsi, negara-negara sahabat punya kemampuan teknologi untuk memadamkan kebakaran hutan, kita bisa minta bantuan mereka," ujar ketua Komisi IX DPR ini.
PILIHAN:
Tolak Komunis Gaya Baru, Seribu Banser Blitar Turun ke Jalan
Menurut Dede, Indonesia selama ini mempunyai perjanjian kerja sama tanggap bencana dengan negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Seperti ketika terjadi bencana alam di Aceh.
"Kita punya banyak negara sahabat, tidak perlu sungkan minta bantuan yang penting rakyat yang jadi korban asap bisa diselamatkan. Kebakaran hutan harus segera dipadamkan," ujar Dede dalam rilis yang diterima Sindonews, Rabu (30/9/2015).
Saat ini, menurut Dede, pemerintah jangan merasa tidak membutuhkan bantuan negara lain. Kemandirian bangsa tidak mesti dipahami menyelesaikan semua persoalan dengan seorang diri.
Karena, menurut Dede, persoalan kabut asap yang terjadi saat ini telah memasuki masa kritis, bahkan mengancam ketahanan nasional. Karena di saat yang bersamaan perekonomian nasional sedang mengalami perlambatan dan mata uang rupiah mengalami pelemahan.
"Penderitaan rakyat di Sumatera dan Kalimantan sudah sedemikian berat, hilangkan gengsi, negara-negara sahabat punya kemampuan teknologi untuk memadamkan kebakaran hutan, kita bisa minta bantuan mereka," ujar ketua Komisi IX DPR ini.
PILIHAN:
Tolak Komunis Gaya Baru, Seribu Banser Blitar Turun ke Jalan
(zik)