Tolak Komunis Gaya Baru, Seribu Banser Blitar Turun ke Jalan

Rabu, 30 September 2015 - 08:26 WIB
Tolak Komunis Gaya Baru,...
Tolak Komunis Gaya Baru, Seribu Banser Blitar Turun ke Jalan
A A A
BLITAR - Ribuan anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten dan Kota Blitar turun ke jalan menolak kembalinya anasir Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan bentuk Komunis Gaya Baru (KGB).

Massa Banser akan melakukan aksi long march dengan mendatangi Kantor Pemkab, Pemkot, serta DPRD Kabupaten dan Kota Blitar. Unjuk rasa akbar yang bertepatan dengan Peristiwa 30 Septemberini akan melumpuhkan lalu lintas jalan protokol di Kota Blitar.

"Aksi akan dimulai pukul 09.00 WIB. Sebanyak seribu banser berpakaian dinas lengkap akan turun ke jalan," ujar koordinator aksi yang sekaligus Ketua Satkorcab Banser Kabupaten Blitar Imron Rosadi, Rabu (30/9/2015).

Menurut Imron atau akrab disapa Baron, ajaran dan gerakan komunis pascaperistiwa Gestapu 1965 tidak benar-benar mati. Ajaran Marxisme-Leninisme masih bercokol di bumi Indonesia. Bahkan, saat ini tumbuh lebih subur.

"Apalagi dengan adanya teknologi internet sangat mudah untuk mengakses ajaran (komunisme) yang sebenarnya terlarang di negara ini," terangnya.

Gerakan KGB, lanjut dia, terus berupaya masuk dan menguasai sejumlah posisi strategis di sejumlah institusi, yakni di lembaga pemerintahan, penegak hukum, tokoh masyarakat, hingga kepolisian dan TNI.

Metodenya dengan cara menginfiltrasi (menyusup). "Bahkan, kalangan anak muda seolah menganggap tokoh PKI seperti Aidit, Muso, sebagai pahlawan nasional. Bagi Banser ini tidak bisa didiamkan," tegasnya.

Selain bertekad menghancurkan segala bentuk gerakan KGB, Banser Blitar, juga menolak rencana Presiden Joko Widodo meminta maaf kepada para eks PKI.

Banser NU menilai tidak layak seorang kepala negara memberi maaf kepada kelompok yang pernah berusaha menggulingkan negara.

Untuk itu Banser mendesak pemerintah membersihkan segala bentuk anasir komunis yang ada di Indonesia. Baik masih berupa atribut, simbol gerakan komunisme, maupun aktivitas yang bersifat kamuflase.

"Jika memang negara melakukan pembiaran, jangan salahkan Banser NU melakukan caranya sendiri," ancamnya.
(zik)
Berita Terkait
Pernyataan Tegas HMI...
Pernyataan Tegas HMI Soal Komunisme
PKS: Pancasila Yes,...
PKS: Pancasila Yes, Komunisme No
Sisa-sisa Komunisme...
Sisa-sisa Komunisme di Mutiara Danube
Isu Komunisme, Ketua...
Isu Komunisme, Ketua KNPI: Hentikan Saling Tuding
PKS: Pancasila So Pasti...
PKS: Pancasila So Pasti Yes, Komunisme No
Pendiri Kelompok Pemberontak...
Pendiri Kelompok Pemberontak Peru Abimael Guzman Meninggal Dunia
Berita Terkini
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
7 menit yang lalu
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
27 menit yang lalu
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
55 menit yang lalu
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
1 jam yang lalu
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
1 jam yang lalu
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
3 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved