Wagub DKI: Perombakan Pejabat di DKI Terlalu Cepat

Minggu, 27 September 2015 - 23:40 WIB
Wagub DKI: Perombakan...
Wagub DKI: Perombakan Pejabat di DKI Terlalu Cepat
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta mengakui seleksi jabatan untuk para PNS terlalu cepat. Sejak awal 2015, sebanyak 201 pejabat eselon II, III dan IV telah didemosi atau diturunkan jabatanya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan, perombakan birokrasi dijajaran pejabat eselon II hingga IV akan selesai pada 2015 ini. Sebab, berdasarkan hasil evaluasi, perombakan pejabat di lingkungan Pemprov DKI terlalu cepat dan menggangu sejumlah kinerja yang sudah direncanakan.

"Saya sudah bicara dengan Pak Gubernur. Kami berharap perombakan eselon di Pemprov DKI dapat berakhir tahun ini. Sehingga 2016, komposisi birokrasi di Pemprov DKI sudah settle banget," ungkap Djarot, Minggu (27/9/2015).

Djarot menjelaskan, salah satu contoh terganggunya kinerja birokrasi yakni terlihat dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2015 dan APBD 2016. Dengan adanya pergantian pejabat eselon II, III dan IV, kata Djarot, para pejabat yang mengisi posisi baru harus beradaptasi kembali dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya.

Adaptasi dan sosialisasi dengan posisi, tugas dan tanggung jawab yang baru membutuhkan waktu cukup banyak. "Adaptasi kinerja itu idealnya enam bulan sampai 1 tahun setelah menduduki posisi baru. Kecuali kalau dia ditemukan melanggar aturan dan hukum. Tapi untuk evaluasi kinerja paling enggak setahun. Sebab seorang di tempat baru itu butuh adaptasi. Harus mengenal lingkungan dan pekerjaannya, supaya dia bisa mengejar ketertinggalannya," jelasnya.

Kendati demikian, Politikus PDIP itu tetap meminta para pejabat yang ada saat ini terus bekerja maksimal meski pada 2016 nanti memang sudah tidak ada perombakan. Sebab, apabila kinerja pejabat baik, apalagi tidak korupsi, demosi tidak akan terjadi.

"Kalau kamu niat kerja, ya enggak bakalan didemosi. Jangan takut dengan SMS atau surat kaleng. Saya bilang ke Pak Gubernur untuk cross check dulu. Minimal Inspektorat turun dulu," ungkapnya.
(whb)
Berita Terkait
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
Penasaran, Ini Mahakarya...
Penasaran, Ini Mahakarya Gubernur DKI dari Sutiyoso hingga Anies
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
PDIP Godok Kader Internal...
PDIP Godok Kader Internal di Pilgub DKI: Ada Ahok, Djarot, Risma, dan Andika Perkasa
F-PDIP Sarankan DKI...
F-PDIP Sarankan DKI Ikuti Jejak Ahok Relokasi Warga Kampung Akuarium ke Rusun Rawa Bebek
Ahok, Gibran, dan Risma...
Ahok, Gibran, dan Risma Masuk Bursa Cagub DKI di Internal PDIP
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
54 menit yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
1 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
1 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
2 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
3 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved