Dilaporkan Hilang Siswi SMA di Batam Ditemukan Tewas
Minggu, 27 September 2015 - 15:52 WIB
Dilaporkan Hilang Siswi SMA di Batam Ditemukan Tewas
A
A
A
BATAM - Dian Milenia Trisna Afiefa (16) siswa kelas X SMAN 1 Batam ditemukan tewas di semak-semak Jalan Gajah Mada, Minggu (27/9/2015) pagi.
Informasi yang dirangkum, anak pertama dari pasangan Bob Vages (42) dan Isna (42) sebelumnya dilaporkan hilang. Korban yang sekolah di Sekupang sehari-hari baik pulang maupun pergi ke sekolah melewati Jalan Seiladi.
Pada Sabtu 26 September 2015 korban berangkat ke sekolah mengendarai Handa Beat warna orange. Setelah pergi sekolah, keluarga curiga karena korban tak kunjung balik dari sekolah.
Paman korban, Noven (42) mengatakan, biasanya korban pulang sekolah pukul 16.00 WIB dan sampai di rumah biasanya sejam kemudian.
Karena kuatir, keluarga sempat melakukan pencarian ke sekolah SMA N 1 Sekupang, namun tak ditemukan. Bahkan pihak sekolah menyampaikan kalau korban tidak masuk sekolah.
"Sebelum berangkat sekolah Nia (panggilan korban) mengatarkan adiknya ke SMPN 26 Kecamatan Batuaji. Sesudah mengatar adiknya, lalu pergi ke sekolahnya. Memang teleponnya aktif, tapi setiap kami telpon, Nia tidak mengangkat," ujar Noven di rumah korban.
Kemudian keluarga melakukan pencarian di daerah Tiban dan berhasil menemukan sepeda motor korban sekitar GOR.
"Kami sudah tanyakan kepada teman-temannya tapi tak ada yang tahu. Kami menemukan motor itu di sekitaran Tiban, tapi dia tidak ada," ungkap Noven.
Mengetahui anaknya telah menjadi mayat, ibu kandung korban tiada henti menangis dan dikabarkan pingsan setelah mendapat informasi anaknya ditemukan tewas.
"Nia selama ini tak mempunyai musuh dan tak punya masalah. Namun kami tak tahu apa yang terjadi kepadanya," pungkasnya.
Informasi yang dirangkum, anak pertama dari pasangan Bob Vages (42) dan Isna (42) sebelumnya dilaporkan hilang. Korban yang sekolah di Sekupang sehari-hari baik pulang maupun pergi ke sekolah melewati Jalan Seiladi.
Pada Sabtu 26 September 2015 korban berangkat ke sekolah mengendarai Handa Beat warna orange. Setelah pergi sekolah, keluarga curiga karena korban tak kunjung balik dari sekolah.
Paman korban, Noven (42) mengatakan, biasanya korban pulang sekolah pukul 16.00 WIB dan sampai di rumah biasanya sejam kemudian.
Karena kuatir, keluarga sempat melakukan pencarian ke sekolah SMA N 1 Sekupang, namun tak ditemukan. Bahkan pihak sekolah menyampaikan kalau korban tidak masuk sekolah.
"Sebelum berangkat sekolah Nia (panggilan korban) mengatarkan adiknya ke SMPN 26 Kecamatan Batuaji. Sesudah mengatar adiknya, lalu pergi ke sekolahnya. Memang teleponnya aktif, tapi setiap kami telpon, Nia tidak mengangkat," ujar Noven di rumah korban.
Kemudian keluarga melakukan pencarian di daerah Tiban dan berhasil menemukan sepeda motor korban sekitar GOR.
"Kami sudah tanyakan kepada teman-temannya tapi tak ada yang tahu. Kami menemukan motor itu di sekitaran Tiban, tapi dia tidak ada," ungkap Noven.
Mengetahui anaknya telah menjadi mayat, ibu kandung korban tiada henti menangis dan dikabarkan pingsan setelah mendapat informasi anaknya ditemukan tewas.
"Nia selama ini tak mempunyai musuh dan tak punya masalah. Namun kami tak tahu apa yang terjadi kepadanya," pungkasnya.
(nag)