Pembunuhan Mazanif Dipicu Masalah Mi Instan dan Kopi

Jum'at, 18 September 2015 - 17:25 WIB
Pembunuhan Mazanif Dipicu...
Pembunuhan Mazanif Dipicu Masalah Mi Instan dan Kopi
A A A
JAKARTA - Tersangka, Aris Susanto (34) penusuk adik sepupunya, Mazanif Afandi (18) hingga tewas itu melakukan aksinya lantaran kesal dengan korban. Pasalnya, korban ogah membayar mi instan dan kopi yang dibelinya itu.

Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Riftazudin mengatakan, berdasarkan keterangan tersangka. Aris melakukan penusukan itu lantaran kesal. (Baca: Pisau Tertancap di Leher, Mazanif Tewas Ditikam Sepupu)

"Rabu, 16 September kemarin sore, tersangka ini ngajak korban ke warteg deket kontrakan. Di sana, tersangka makan mi dan minum kopi. Tak lama, korban minta pulang. Di situ, tukang kopi nagih kalau belum dibayar. Tersangka minta dibayarin sama korban, tapi korban tak mau," terangnya kepada wartawan di Mapolsek Kebayoran Lama, Jumat (18/9/2015).

Saat itu, tutur Riftazudin, tersangka dan korban pun beradu mulut dan saling membentak. Keduanya lantas pulang ke kontrakan korban. Usai menonton bola di televisi, keduanya pun tidur berdampingan.

Hingga pada Kamis, 17 September dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB. Tersangka bangun dan langsung menikam korban. "Pas tersangka bangun, dia langsung nusuk leher korban. Katanya enggak niat sampai ngebunuh, cuman buat kasih pelajaran saja. Tapi malah meninggal. Kopi dan mi seharga Rp12 ribu," tutupnya.

Kini, tersangka Aris Susanto pun mendekam di Polsek Kebayoran Lama dan dijerat pasal 351 KUHP ayah 3 juncto pasal 338 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

PILIHAN:

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Sopir Kopaja Terancam 5 Tahun Bui

Sepekan Kedepan, Wagub DKI Ambil Alih Tugas Ahok
(hyk)
Berita Terkait
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibungkus Plastik di Sukoharjo
Ini Fakta-fakta Pembunuhan...
Ini Fakta-fakta Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB
Pembunuh Pengusaha Emas...
Pembunuh Pengusaha Emas di Papua Ternyata WNA Afghanistan, Pelaku Selingkuhan Istri Korban
1 Buron Kasus Vina Cirebon...
1 Buron Kasus Vina Cirebon Berhasil Diringkus Polda Jabar
Ditahan Imbang Polandia,...
Ditahan Imbang Polandia, Prancis Gagal Juara Grup
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Kasus Pembunuhan Advokat di Cilacap, Kakak Beradik Ditangkap
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
1 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
2 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
3 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
3 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
3 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved